Apakah Engkau Kebijaksanaan?

PUISI yang sedang ia tulis
yang hampir ia selesaikan
bertanya kepadanya,
“apakah engkau kebijaksanaan?”

Ia menjawab,
“Aku bukan kebijaksanaan
aku hanya pencinta kebijaksanaan.”

Puisi yang sedang ia tulis
bertanya kepadanya,
“bagaimana caramu mencintai
kebijaksanaan?”

Ia menjawab,
“dengan memertanyakan
cinta dan kebijaksanaan itu.”

Sebelum puisi yang hampir
ia selesaikan itu bertanya lagi,
ia menuliskan bait terakhir,
bait yang berupa pertanyaan:

Apakah puisi ini membuktikan
bahwa aku memang seorang yang
mencintai kebijaksanaan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s