Impromptu, 1

SEORANG perempuan berjalan ke arah kebun teh. Ia terburu-buru menyusul teman-temannya yang sudah sampai di setengah pundak bukit. Ia membawa keranjang dan gunting besar untuk memetik teh. Air di kali kecil bergegas mengimbangi kemiringan lereng. Cahaya matahari membuat embun hangat. Semak mawar meninggi bunganya adalah bintang-bintang turun semalam. Tak mau kembali. Mungkin nanti ia mau bergabung dengan pelangi. Langit juga tak menanti dan tak peduli. Langit membuat rencana lain dengan sangat sabar. Seperti tak berususan dengan waktu. Setiap kali ada bintang lahir di langit, juga bintang yang hilang dan mati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s