VI. Prelude to Attitude

conrad-aiken-interview
Conrad Aiken (1889-1973)

Conrad Aiken (1889-1973)
Elu-eluan bagi Leluri (Prelude to Attitude)

VI

Ini bukan engkau? frase-frase ini bukan engkau
Ayat-ayat tentang buah delima itu bukan engkau?
Cerah hijau daun itu bukan engkau, juga buah emas
yang terbakar di sela daun, buah emas panas itu,
Atau burung, dahan, batang kayu, atau biru surga?
O, sayang, aku telah bernyanyi dengan sia-sia.

Biarkan aku mencari sekali lagi pada lembar-lembar
kamus riang Cupid, dan di sana menemukan
kata dari kata-kata, benih dari benih merah menyala,
Suara dari suara berkilauan; dan lain dari semua ini
Bayangkan satu lagi kecantikanmu, karena matamu
mata manis menikam, mata tak akan terhinakan

Untukmu adalah engkau: pada lembar April ini,
Sekali lagi nanti pada Juni, lalu pada Desember:
Pada Agustus dua kali kutemukan dia, dan Maret
Catat dan ceritakan pada catatan kaki, dan Juli
Tegaskan dengan pasti; ini, dari lembar ke lembar,
Aku temukan engkau berulang ihwal, berbagai perihal.

Inilah kepingan salju, yang seperti bintang,
Dan meleleh di tangan; inilah jejaring laba-laba
Ditembak dengan perak dari bibir keemasan
Dandelion bulan April menggantung ke rumput;
Inilah titisan hujan, harga yang tak terhargai,
Yang menyelipkan seluruh panjang daun bunga lila.

Ini bukan engkau? Simbol-simbol ini bukan engkau?
Bukan keping salju, jaring laba-laba, rintik hujan?
… Wanita, wanita, terlalu tubuh, untuk menyeksama.
Apa yang akan kau punya? Kepeng tembaga sederhana-
Aku mencintaimu, kau manis, aku mengagumimu?
Atau, lebih baik diam, diam dan memandangi saja?

Tidak, tidak, tidak akan kulakukan itu; Aku tidak satu
Kepada siapa keheningan ini mempersembahan diri;
Diam jeda pada musik itu bukan musik,
Meskipun mereka gubah musik sebagai musik.
Karena itu kuacung ibujari bagi tesaurus Tuhan,
Untuk frasa dan pujian, dan dapatkan itu semua untukmu.

Inilah bintang yang mungkin disebut kepingan salju,
Hilang dalam kerlip-keling; itulah dandelion
Terselubung dengan kecerahan perak; itulah daun
Yang memungkinkan rintik hujan reda, tapi tetaplah bercahaya.
Inilah gurat urat ungu, dalam warna putih,
membersih batang leher dari selaput pelangi murni…

Tapi bagimu ada aku memuci rambut Helen rambutmu, –
Melangkah bagai malaikat; seraya aku berpaling
Ke lembaran-lembaran lebar manuskrip itu
Di mana bintang adalah bintang, dunia adalah dunia;
Dan di sana kutemukan kau menulis, di antara
Bintang biduk dan mekar mawar dan luap laut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s