Kata Sekelompok alias Kolokasi

klinikpuisi
  • Save
PERHATIKAN kata-kata berikut: melirik, melihat, menatap, menonton, mengerdip, mengerling, mengerjap, memicing, melotot, membelalak, memandang, mendelik, membeliak, memejam.

Apa yang menyatukan dari semua kata kerja di atas? Semuanya berkolokasi, semuanya adalah kata kerja yang dilakukan oleh manusia dengan matanya.

Beberapa kata di atas selain berbeda, juga punya kedekatan makna dengan beberapa kata lain. Tak sepenuhnya sama, ada nuansa makna yang kaya. Kekayaan itulah yang harus dipetakan, dirasakan, dan diberdayakan oleh penyair dalam puisi-puisinya.

Memetakan kata, lewat kolokasinya, adalah satu cara yang manjur untuk mengatasi kebuntuan diksi. Kata sesungguhnya ada di mana-mana dan tersedia berbagai pilihan sesuai kebutuhan pengucapan dalam puisi kita.

Anjing, kucing, kelinci, kura-kura, ikan koi, burung adalah kata-kata benda yang berkolokasi dalam hewan peliharaan manusia.  Marah, jengkel, gusar, geram, benci, amsyong, sebal, berkolokasi dengan perasaan manusia ketika menemukan situasi yang tak sesuai dengan yang dia inginkan.

Di luar urusan kolokasi, menyenaraikan kata-kata seperti di atas bisa dilakukan juga untuk anggota tubuh kita yang lain, tangan, kepala, kaki, pinggul, mulut, dll. Hasilnya sama saja: kita punya kesadaran akan kehadiran kata dan dengan begitu kata-kata menjadi akrab dengan kita.

Contoh:

karang kerang tripang udang penyelam kita dari dalam yang sama
dari pedih yang sama. apa yang tersayat dalam diriku ada dalam
kalian.

(Sutardji Calzoum Bachri, Berdarah)

Pada sajak ini, Sutardji memanfaatkan sejumlah kata yang berkolokasi hewan (dan manusia) yang hidup di dalam lautan untuk menguatkan imaji solidaritas sosial yang ingin ia sampaikan dalam sajaknya.

Baca juga
Migrasi Malam Hari / Louise Glück
Migrasi Malam Hari / Louise Glück

Migrasi Malam Hari / Louise Glück Ini kalanya ketika engkau melihatnya lagimerah buah beri dan debu dari gunungdan di angkasa Baca

Ibu, 1
Ibu, 1

SEPERTI jenazahmu masih melintang di hadapan dan kami tak ingin berhenti sembahyang, mengucapkan doa-doa yang baik yang panjang di antara Baca

Kau Tahu Siapa yang Berlari Itu?
Kau Tahu Siapa yang Berlari Itu?

SEEKOR ketam menggali lubang di pasir. Itu terjadi di sebuah pantai yang teduh. Seekor kadal mengawasi laut. Kulitnya mengilatkan pantulan Baca

Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (2)
Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (2)

Chelsea Islan, Reza Rahadian dalam sesi latihan pentas "Perempuan-Perempuan Chairil". Foto oleh Mawan Kelana untuk Titimangsa Baca

One thought on “Kata Sekelompok alias Kolokasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap