Prelude to Attitude – Conrad Aiken

Conrad Aiken
Elu-eluan bagi Leluri (Prelude to Attitude)
V

Putus asa, yang mencari diri yang dia sendiri,
Perasaan itu sendiri, kilauan kelam dendam,
Warna, cahaya, kedalaman, yang berlalu lekas
Tentang dirimu dan pikiranmu, aku jatuh dan jatuh
Dari kata tebing ke kata jurang, dan meleburkan
Jantung, otak, dan semangat dalam kenyataan memuakkan:
Bila dengan puisi, segalanya musti dilambangkan.

Apakah lambang? Yaitu “orang terbungkuk membungkuk
memegang kertas yang dihantam hembusan angin”;
Yaitu “ranjang krokus melekuk dalam hembusan angin,”
Cahaya, yang “pecah di paras air dengan gelombang,”
Sayap yang “sampai dalam hembusan tak terduga.”
Ini, dan tak lebih dari ini, dan lebih dari ini.
Pikiran, hantu pemikiran, hantu dalam cermin.

Genggamlah sinar di tanganmu, seberkas cahaya,
Sesinar sinar emas terang, benih-benih debu,
Pegang sebentar, dan rasakan jantungnya, dan rasakan
Denyut nadi cahaya di antara jari-jemarimu:
Lalu biarkan ia lari darimu, dan temukan rumahnya
Dalam kegelapan, ibu cahaya: dan ini akan terjadi
Lambangnya lambang, kunci bagi kunci, cuping hati.

Kaca pecah, dan cairan tumpah; tali
mencetar dan musik berhenti; awan bergerak
Menutupi matahari, dan bidang hijau jadi gelap.
Ini juga adalah lambang: yang jauh dan yang dekat
Seperti itu; mereka tinggalkan inti perak tak tercerna;
Daun emas yang dicerabut; kelopak pahit
yang perawan; dan Engkau yang berputar tak dikenal.

 


Teks asli baca di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s