Logika, Filsafat, dan Puisi

Pure mathematics, in its way,
is the poetry of logical ideas
– Albert Einstein.
ADA yang menetapkan mutu – sebut saja menghukum  puisi sebagai karya yang buruk – dengan kaidah logika.  Ada yang berburu dan menuntut kehadiran pesan-pesan moral dan kandungan filosofis dalam puisi. Sebenarnya bagaimana hubungan logika, filsafat dan puisi? Esai ini berusaha untuk menelusuri dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang berpikir. Akal manusia secara kodrati mampu bekerja dengan spontan menurut hukum-hukum logika.  Air mendidih itu panas. Panas itu bisa membuat kulit melepuh. Melepuh itu sakit. Karena itu maka seseorang yang sehat pikirannya akan berhati-hati ketika menuangkan air yang mendidih dari teko ketika dia membuat kopi.

—-> selengkapnya baca HARI PUISI.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s