Apa Kabar, Televisi?

APA KABAR, televisi? Ia menyapa dirinya sendiri, setiap pagi.  Sebelum masuk ke kamar mandi. Kamar rahasia yang tak lagi bisa menyembunyikan dirinya. Di kamar mandinya tak ada televisi. Televisi tak perlu mandi. Televisi adalah nabi yang tak membawa kitab suci.

Televisi menceramahinya dengan ayat-ayat iklan. Kapitalisme adalah tangan-tangan yang menariknya ke dalam televisi. Bertemu dengan merek-merek yang diiklankan Agnes Monica: minyak penghangat hingga madu penguat.

Iklan mengantarkan sabun dan sampo ke kamar mandinya. Televisi diperebutkan stasiun-stasiun. Dengan dangdut dan serak suara Karni Ilyas. Dengan logika Cak Lontong dan pertanyaan-pertanyaan dari mata Najwa.

Apa kabar, televisi? Ia menyapa dirinya sendiri, setiap pagi. Sebelum masuk ke dalam televisi. Melanjutkan pencarian. Dirinya sendiri yang ingin ia tinggalkan. Dirinya sendiri yang belum ia temukan.

Iklan

3 pemikiran pada “Apa Kabar, Televisi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s