Talaud yang Jauh dan yang Tak Menjauh

: bersama Gufran A Ibrahim

TALAUD jauh
seperti laut terhadap pantai
tapi Talaud tak menjauh
karena ombak selalu sampai

Pelangi
di langit Melonguane
meniru kuning wangi
nasi di kedai perempuan Sangihe

Hujan di bukit dan jalan
langit sejernih akuarium
aku ingin menjadi ikan
laut Talaud garam yang harum

Segar kuah dan sambal dabu-dabu
dari rumah makan di dermaga
nelayan menjaga nyala tungku
ikan sekali mati sampai di surga

Simpang empat senja
seorang ke arah Beo menunggu oto pulang
di depan kedai penjual panada
anjing kecil ia timang

Talaud jauh
ombak menyentuhi pasir
tapi Talaud tak menjauh
dari tepi bibir pesisir

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s