Tema-tema Lokal yang Tak Terjebak Lokalitas Sempit

  • Save

Catatan pengantar saya untuk buku puisi Arco Transept “Didera Deru Kedai Kuala”. Petikannya: … saya ingin menutup dengan sebuah permakluman, ada satu sajak di buku ini yang ditujukan kepada saya, tapi bukan karena “disogok” dengan sajak itu maka saya “berbaik hati” memuji hasil kerja serius Arco sebagai penyair. Ia memang layak mendapat perhatian kita, dan pantas kita tunggu perkembangan berikutnya.

Baca juga
Enam Tahap Mengakrabi Puisi
Enam Tahap Mengakrabi Puisi

1. Tahap Tahu Puisi. Ini tahap awam. Sebagian besar orang berada pada tahap ini. Sebagian besar orang pernah membaca satu Baca

Penyanyi Flamboyan dan Penyair Pembualan.
Penyanyi Flamboyan dan Penyair Pembualan.

Menyandingkan kata 'flamboyan' dan 'pembualan' itu betul-betul pembualan. :-). Menarik. Mengejutkan. Imaji-imajinya yang sebenarnya akrab bagi saya, dia olah menjadi Baca

Puisi yang Prosais, Prosa yang Puitis
Puisi yang Prosais, Prosa yang Puitis

PADA mulanya tidak ada beda dan pemisahan antara prosa dan puisi itu. Cerita disampaikan dalam sebuah bentuk yang sama yaitu Baca

Sajak Sapardian: Pada Hari Ketika Mereka Disandingkan
Sajak Sapardian: Pada Hari Ketika Mereka Disandingkan

PADA hari ketika mereka disandingkan, semua punya alasan untuk bergembira, semesta suara seperti orkestra, seluruh kata lagu doa-doa, mereka menjadi Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap