Coba Saja dan Mungkin Begini Jadinya

KAMI membeli makanan kucing untuk seekor kucing yang suka datang ke rumah kami. Kucing jantan berbulu tebal itu selalu tampak sedih dan selalu mengeong dengan sangat perlahan. Nyaris tak terdengar. Kucing itu tak mau makan ikan seperti kucing yang dulu kami pelihara dan mati terlindas mobil tetangga yang buru-buru berangkat kerja ke kantorĀ  yang baginya seperti penjara. Dia harus datang tepat waktu dan di gedung kantor itu dia harus mengabsen dengan menempelkan jari pada mesin di dekat pintu, mulut yang menelan orang agar menciptakan makanan bagi perutnya yang tak pernah kenyang. Gedung itu adalah monster yang tak mau mati dan hanya hidup jika terus membiakkan dirinya dengan membelah diri dan memakan monster-monster lain. Monster itu membuat semua orang bekerja untuk dirinya.

Baca juga
Ada Sandiwara di Balai Desa
Ada Sandiwara di Balai Desa

WAKTU mengajaksegalanya berubahtanpa terlebih dahulumenanyakan kesediaan kitatapi ada yang akan tetapselamanya sebagaiapa yang semula ada. Misalnya, kepak burung kekekmelintasi ingatan Baca

Hujan Pestisida
puisi
  • Save

MASA lalu itu, sayang, adalah penjaradan sejarah adalah pintu terbukaagar kita bisa memasuki diri kita lagitanpa harus terkerangkeng di sini Baca

Ini Dia Ghazal Itu
Ini Dia Ghazal Itu

AKU bertemu dengan jejak ghazal. Bentuk syair yang banyak ditulis di Persia, India, Pakistan. Biasanya dalam bahasa Arab dan Urdu, Baca

Aku, Lidahku, dan Kamus Besarku (1)
Aku, Lidahku, dan Kamus Besarku (1)

MULUTKU tak cukup besar untuk menelan seluruh kamus-besarku Para penyusun kamus-besarku tidak selapar lidahku yang liar Aku makan kata-kata yang Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap