Menumbuhkan Ekor Cicak yang Putus menjadi Cicak yang Lain: Patafora

klinikpuisiPATAFORA adalah metafora yang ekstrim. Patafora adalah metafora  yang diperluas bahkan lebih daripada itu ia adalah metafora yang  panjang yang menciptakan konteksnya sendiri.

Istilah itu ditemukan oleh penulis Pablo Lopez, meminjam istilah sains ‘pataphysics’-nya Alfred Jarry.  Itu!

Perumpamaan yang paling sering dipakai dan paling mudah untuk memahaminya adalah seperti ekor cicak yang tumbuh setelah putus dan menjadi seekor cicak  lain. Itu!

Sedangkan metafora adalah perbandingan objek nyata atau peristiwa dengan subjek yang tampaknya tidak berhubungan untuk menekankan kesamaan antara keduanya, patafora menggunakan kesamaan metaforis yang baru dibuat sebagai realitas yang menjadi basisnya sendiri. Itu!

Contoh:

Jenny berusia sebelas tahun. Dia tinggal di sebuah peternakan di Luxembourg, Virginia Barat. Hari ini Jenny sedang mengumpulkan telur dari kandang ayam. Sekarang pukul 10 pagi. Dia berjalan perlahan-lahan menelusuri deretan kandang, meraba-raba dengan hati-hati untuk menemukan telur-telur terselip di bawah ayam-ayam yang bergerombol. Dia menemukan telur pertama di kandang nomor 6. Ketika dia memegang telur dengan cahaya yang dia lihat adalah kulit cokelat dari sepatu but, sepatu but koboi tua yang digosok minyak, berkerut dengan garis bercabang mikroskopis, menangkap cahaya di pembengkakan di atas bekas luka tumit berdebu, meringkuk di manset, membungkuk dan berderit ketika kaki koboi menggeliat untuk menemukan kembali kantungnya, jempol kasar dan telunjuk yang mencongkel di tunggul, tumit menghentakkan lantai. Victor manajer hotel mengayun membuka pintu dan memberi koboi senyum samar. 

Pataphor Test” oleh Pablo Lopez

Di mata putusan ekor cicak pada teks pataforik di atas? Di sini: Ketika dia memegang telur dengan cahaya yang dia lihat adalah kulit cokelat dari sepatu but. Metafora ini jelas. Tenor-nya adalah telur, vehicle-nya adalah kulit sepatu. Warna kulit sepatu dipinjam sebagai metafora dan warna kulit telur. Tapi kemudian teks justru mengembangkan cerita sepatu but itu, sampai koboi yang memakainya, hingga manajer hotel yang menyambut si koboi. Tak ada lagi kaitannya dengan si Jenny yang memungut telur tadi.

Mendahului tulisan ini, teks-teks puisi saya sebelumnya adalah beberapa patafora. Buat saya ini menarik, sebab satu unsur kebagusan puisi seakan dilabrak, diabaikan, dihancurkan, yaitu keutuhan (unity). Ini mau bicara apa sebenarnya? Tapi kan tidak apa-apa? Tanpa itu ternyata puisi bisa asyik juga.  Selamat bermain! Mari kita cari untuk melanggar aturan-aturan lain yang ada.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Menumbuhkan Ekor Cicak yang Putus menjadi Cicak yang Lain: Patafora

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s