Sepertinya Aku Sudah Menemukan Rahasianya

PADA suatu malam di bulan puasa, sehabis tarawih, ia menjalin karet gelang, menjadi undas yang bagus sekali. Ia berburu cicak di dinding-dinding masjid yang hingga waktu sahur nanti lampu luarnya masih akan dihidupkan. Seekor cicak jatuh pada untingan pertama dan ekornya putus. Cicak itu berlari. Ekor cicak itu bergerak-gerak dan perlahan-lahan di situ tumbuh bagian seperti kepala, tubuh, dan empat kaki baru. Ekor itu menjelma menjadi cicak dan lari menyusul cicak yang jatuh tadi dan sembunyi ke dalam beduk yang kulitnya sudah kendor dan tipis karena terlalu sering dipukul tapi beduk itu tak pernah merasa sakit. Suaranya tetap saja bersemangat. Seperti seekor kerbau yang batuk. Kerbau itu dipelihara oleh seorang   saudagar yang sangat sayang padanya. Saudagar itu tak pernah mau memotong kerbau yang akhirnya mati sendiri karena tua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s