Metafora dan Metafora Diperluas

Kita – anjing diburu – hanya melihat sebagian sandiwara sekarang
Tidak tahu Romeo dan Juliet berpeluk di kubur atau di ranjang

“Catetan 1946” – Chairil Anwar, 1946

klinikpuisi
  • Save
KITA (adalah) anjing diburu. Itu saja adalah sebuah metafora. Metafora yang sangat kuat. Situasi yang dihadapi oleh “kita”, posisinya di dalam kehidupannya, bahkan perangainya bisa terbayangkan. Juga kemarahan dan ketakutannya. Jelas, “anjing diburu” bukan penyebagaian dari keadaan yang menyenangkan,  bukan?

Tapi Chairil tidak berhenti di situ. Chairil merangsek maju membangun imaji yang lebih menekan: (si anjing yang diburu itu)  hanya melihat sebagian sandiwara sekarang dan tidak tahu Romeo dan Juliet berpeluk di kubur atau di ranjang. Dan bagian inilah yang disebut metafora yang diperluas (extended metaphor).

A tidak sama dengan B. Tapi dalam metafora, kita bisa mengatakan A adalah B, jika kita memang ingin memakai sifat-sifat, ciri-ciri, situasi B untuk menjelaskan A.  Aku ini binatang jalang, kata Chairil pada sajaknya yang lain. Jelas, Chairil bukan binantang jalang. Tapi, sifat-sifat, karakter, ciri-ciri binatang jalan ingin dipakai oleh Chairil menjelaskan si “aku” dalam sajaknya.  Lalu di sepanjang sajak “Aku” itu, Chairil meneruskan situasi dengan mengacu pada “binatang jalang” tadi: terbuang dari kumpulannya, ditembus peluru, berlari dengan luka. Ini juga metafora yang diperluas itu.

Kembali kepetikan  sajak “Catetan 1946″, jelinya (atau kurangajarnya) Chairil, ia memperluas metafora lain, dari sajak lain, yaitu metafora dari dialog drama yang ia susupkan lewat  alusi “Romeo dan Juliet”. Dalam drama Shakespeare ada percakapan keduanya yang menyebutkan: dunia ini adalah panggung sandiwara. Metafora inilah yang diperluas oleh Chairil. Kita hanya melihat sandiwara sekarang.

Chairil tak lagi, dan memang tidak perlu, menyebutkan “sandiwara” itu adalah kehidupan dunia ini, saat ini, hari ini. Hanya itu yang kita miliki. Masa depan dan masa lalu diluar kepemilikan kita.  Romeo dan Juliet juga dihadirkan tidak hanya sebagai alusi, tapi dimanfaatkan untuk membangun dan memperkuat imaji dan makna. Berpeluk di kubur atau di ranjang? Betapa kuat dan nisbinya cinta. Betapa tipis batas antara duka dan suka.

 

 

Baca juga
Kata Sekelompok alias Kolokasi
Kata Sekelompok alias Kolokasi

PERHATIKAN kata-kata berikut: melirik, melihat, menatap, menonton, mengerdip, mengerling, mengerjap, memicing, melotot, membelalak, memandang, mendelik, membeliak, memejam. Apa yang menyatukan Baca

Tentang Citraan (imagery)
Tentang Citraan (imagery)

Citraan (imagery), adalah penggunaan kata-kata dalam puisi untuk mengungkapkan atau menghadirkan pengalaman inderawi. Bukan pengalaman yang terungkapkan itu yang utama, Baca

Kewarasan dalam Rumah Tangga
Kewarasan dalam Rumah Tangga

ADAM, si penyair kita yang pertama itu, terlalu segan untuk meminta sebuah kamus yang lengkap. Terlalu banyak yang ingin ia ucapkan, Baca

Dalang
Dalang

: untuk Sosiawan Leak WAYANG-WAYANG sudah kembali ke kotak yang sejak tadi ingin sekali berada di layar itu juga. Masih Baca

One thought on “Metafora dan Metafora Diperluas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap