Embun di Ubun-ubun Pangkalanbun

APA yang kuingat pada bandara?
hujan di landas pacu
dan pintu kedatangan terbuka
matamu sinar suar pada mercu

Waktu sampai
di teras luar kelas
Aku saling mengintai
bocah kecil: tak berdaya tapi bebas

Harum terung bakar
dan segar sambal terung asam
melambung lidah yang lapar
menyentuh pucuk tusam

Dari menu lain
kupilih sup udang galah
kudengar penyanyi mengulang referain
lagu lama yang meneduhkan gelisah

Dingin mengunggun
timbunan embun
aku mengecup ubun-ubun
Pangkalanbun

Hujan
menyatukan
pelatar yang basah kebahasan
dengan Sungai Arut yang menyeberangkan

waktu berlari
di halaman sekolah
aku ingin kembali
dari usia yang lelah

Rebahlah senja
di pangkuan kota
tangan-tangan remaja
mempermainkan kata

Baca juga
Doko Tak Pernah Kembali ke Solalo
Doko Tak Pernah Kembali ke Solalo

Cerita Pendek Hasan Aspahani CITA-CITA  Doko Wijojo hanya satu, yaitu merakit mobil lalu menyetir sendiri ke Jakarta. Pada hari mobil Baca

Dongeng Kopi # 1: Bodoh Bersama Cinta
Dongeng Kopi # 1:  Bodoh Bersama Cinta

SAYA kira, penyair Prancis yang lahir pada 1871, itu benar-benar benar, Kawan. Cinta itu, kata Paul Valery, adalah semacam kesepakatan Baca

nanti kita akan menulis sajak imajis, 1
nanti kita akan menulis sajak imajis, 1

https://twitter.com/MELUPAYU1/status/1228468524063965184 lumut pada tempayanterbingkai bilah bambuhijau yang dalampada pagar dan para-paratersandar tangkai tomatdari pagi yang ranummerambatkan hari

Bacakan Aku Sebuah Cerita (2)
  • Save

IA menembus hujanke kompartemen lain kotayang seakan-akanselalu hujan. Hanya untuk terima kasih?Dengan buket bunga putih? Tidak. Dia melihat sesuatu yang Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap