Tentang Filsafat dan Nilai-nilai

klinikpuisiPERLUKAH seorang penulis puisi belajar filsafat? Perlu. Tapi tak harus belajar secara resmi.  Goenawan Mohammad (l. 1941) ambil kuliah filsafat karena dia pikir itulah jalannya untuk menjadi penyair. Ia berhenti kuliah sebab ternyata di jurusan itu dia harus belajar anatomi, pelajaran yang tidak dia sukai. Ia kemudian belajar  secara mandiri.

Intinya, belajarlah apa saja agar terbentuk segugus nilai-nilai hidup yang benar dalam diri kita. Ingat, nilai-nilai itu ikut menentukan terbangunnya karya-karya kita, selain pengalaman dan imajinasi.

Nilai-nilai itu tidak hanya ditentukan oleh filsafat sebagai satu-satunya pengaruh. Usia, agama, jenis kelamin, latar belakang sosial, pendidikan, trauma masa lalu, harapan masa depan, ideologi, dan lain-lain, semuanya secara bersama-sama membentuk satu sistem nilai di dalam diri seorang penulis.

Deraan peristiwa yang sama, yang mendatangkan pengalaman yang sama, akan menghasilkan dua karya yang berbeda, jika ditulis oleh dua orang penyair yang menganut nilai-nilai hidup yang berbeda.

Nilai-nilai itu yang mendorong kita tergerak untuk menulis ketika melihat ada ketidakadilan, ada ketidakberesan, ada peristiwa yang menuntut kita untuk memberikan kesaksian.  Nilai-nilai itu yang memandu kita menalar dalam karya kita dengan nalar yang baik dan menularkan nilai-nilai yang berguna untuk menyadarkan pembaca kita.

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Tentang Filsafat dan Nilai-nilai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s