Eulogi Banyuwangi

BILA disentuh angin kibasan
hijau selendang penari gandrung
aku datang sebagai lelaki nelayan
risau dari hati laut yang mengurung

kabut mencadari wajah kawah
menunggu fajar menyisih ke sisi matahari
kusimpan yang akan membuatmu gelisah
karena kita akan mendaki lereng hari-hari

lalu melingkarlah jalan-jalan hujan
mencuci lagi tubuh hutanmu
dan kembalikanlah aku kepada kenangan
kepada tanda yang kaurahasiakan dulu

senja mencairkan cahaya
melelehlah malam ke lembah-lembah
dan aku tak lagi bertanya tentang derita
setelah bertukar tubuh penambang lelah

tubuhmu kota kudiami sebagai desa yang ramah
yang silam yang kini yang kelak saling sentuh
berbaringlah kita berbaring di lembut sawah
tidurlah kita tenang tidur dan tumbuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s