Peristiwa Prosa, Imaji Puisi

klinikpuisiAPAKAH puisi? Apa bedanya dengan prosa? Keduanya dibangun dengan kata-kata. Kata Sutardji Calzoum Bachri (l. 1941) secara eksrem atau garis besarnya dalam puisi penyair menciptakan kata-kata (metafora), dalam cerpen pengarang menciptakan peristiwa-peristiwa. Penjelasan itu sudah sangat memadai untuk memahami dan membedakan keduanya.

Dari penjelasan Sutardji tadi saya mengembangkan penjelasan dengan cara lain: dalam puisi kata-kata disusun untuk membangun imaji, dalam cerpen kata-kata ditata untuk mengalirkan peristiwa. Meskipun, bisa saja dalam puisi imaji itu disusun dengan peristiwa-peristiwa juga.

Tentu saja dengan penjelasan itu saya memakai atau memasukkan pendapat Sapardi Djoko Damono (l. 1940) yang sangat saya setujui. Kata beliau, “Kata-kata adalah segala-galanya dalam puisi…. sebagai pendukung imaji dan penghubung pembaca dengan dunia intuisi penyair.”

Mari kita bermain-main untuk memahaminya. Mula-mula kita susun sebuah kalimat:

Aku haus, aku ingin minum.

Apakah ini puisi? Bukan. Atau tepatnya belum.  Kalimat ini bisa jadi adalah petikan dari sebuah teks prosa bisa juga puisi.

Bagaimana kalau kalimatnya kita kembangkan menjadi begini:

“Aku haus, aku ingin minum,” kata Batu, kepada Sungai, ibunya yang sedang memasak.

Semakin jelas bahwa ini adalah kalimat prosa. Isinya jelas, dengan mudah menghubungkan ide penulis dengan pemaca bahwa yang hendak disampaikan adalah  sebuah percakapan seorang anak bernama Batu, dan ibunya yang bernama Sungai. Anak itu haus dan ingin minum. Mungkin ia habis bermain. Percakapan terjadi di dapur (meskipun tidak disebutkan tapi kita tahu) ketika ibunya sedang memasak. Nah, dari sebaris teks yang prosa bisa juga kita mendapat informasi yang tidak langsung disebutkan.

Lalu bagaimana menjadikan kalimat tadi menjadi sesuatu yang puisi? Mungkin begini:

“Aku haus, aku ingin minum,” kata batu kepada sungai yang merindukan hujan.

Teks terakhir ini tidak berbeda jauh dari kalimat sebelumnya yang kita sebut sebagai prosa, bukan? Tapi kenapa perangainya tampak sangat berbeda, ya? Dari teks ini sekarang kita mengimajinasikan berbagai macam. Bahwa itu menyaran pada musim kemarau di mana cuaca sedemikian keringnya sehingga di sungai tak ada air. Bahwa batu itu sedemikian panasnya karena sudah lama tak ada hujan.  Hal-hal itu tak hadir secara verbal di sana.

Bolehkah kita membayangkan batu itu sebagai orang yang penuh dosa dan ingin bertobat? Ia merasa hidupnya hampa tanpa makna, dan ia memint nasihat dengan menemui seseorang saleh (sungai) yang rajin beribadah dan berdoa, dan merindukan berkah Tuhan (hujan)? Boleh dan bisa.

Begitulah ambiguitas dibangun dan hadir dalam puisi. Ia tak berhenti menawarkan alternatif pemaknaan yang berbeda.  Semua pasti semua tak pasti. Semua benar tapi tak ada satu yang paling benar. Itulah kebebasan dan kenikmatan yang diberikan oleh puisi kepada pembacanya.

Teks prosa dengan demikian bukan berarti tidak menawarkan kenikmatan kepada pembaca. Ia juga nikmat, tapi nikmatnya adalah nikmat yang berbeda dengan nikmat yang diberikan puisi.

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “Peristiwa Prosa, Imaji Puisi

  1. Mirip2 sulit,
    Mungkin bisa di contohkan lebih panjang,
    Atau lebih detail lagi.

    Terkadang saya memahami Prosa sebagai sebuah cerita sederhana ( lebih dari pendek ).

    Tapi bila melihat Puisi , terkadang semacam sebuah cerita , sehingga mirip2 seperti Prosa. Seperti Puisi2 Bang Jokpin …

    mungkin itu bang yang bisa saya tanggapi,
    😂😂😂

    Suka

  2. Tapi, penjelasan di atas sdh sedikit menjawab juga kan? Imaji bisa juga dibangun dalam bentuk peristiwa. Seperti yang digarap oleh penyair Joko Pinurbo dalam sebagian besar sajak-sajaknya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s