Seraya Minum Kopi, 6

DIA menjerang air untuk serbuk kopi yang menuntut suhu tinggi

Sehabis salam dia tunggu anatara dua berita dari pengeras suara
masjid di seberang jalan itu: lelayu atau panggilan posyandu
demikikanlah, baginya, hanya itu berita yang bisa dia percaya

Tak banyak lagi yang harus dia kerjakan, paragraf akhir artikel
yang belum ia beri judul. Di awal tulisan,  dia mencatat,  maut
adalah jajak pendapat dengan sampel acak, dan duka itu sejenis
vaksin, yang memberi sedikit kekebalan dari pedih penderitaan.

Tak ada kesimpulan, sebab semuanya telah tersimpulkan, hidupnya
adalah jawaban dari sebuah pertanyaan yang akhirnya ia temukan.

Dia menuang air kepada hatinya untuk meleburkan ragu yang ranggi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s