Ambiguitas: Makna Ganda (1)

klinikpuisi
  • Save
APAKAH ambiguitas? Mudahnya itu artinya “bermakna ganda”. Dan memang itu arti dalam kata asalnya ambiquitas (Latin).

Apakah ambiguitas dalam puisi itu? William Empson (1906-1984) mengkaji puisi-puisi Shakespeare dan merumuskan: ambiguitas adalah sebuah pengertian yang meluas yang merujuk pada nuansa verbal apapun, setipis apapun itu, tetapi memberi ruang untuk tanggapan alternatif pada sebuah satuan bahasa yang sama.

Rumit?  Lupakan Epson. Tapi pegang saja bagian akhir rumusannya itu: memberi ruang untuk tanggapan alternatif pada sebuah satuan bahasa. Satuan bahasa, dalam puisi itu bisa berarti seluruh teks puisi, larik, atau bait tertentu.

Ambiguitas adalah potensi sebuah teks puisi di hadapan pembaca baik secara keseluruhannya atau pada bagian-bagiannya, untuk menyediakan sebanyak-banyaknya makna.

Buat apa membangun teks yang mengandung ambiguitas dalam puisi kita? Apakah untuk menipu dan menyesatkan pembaca? Apakah ini bertentangan dengan syarat lain keunggulan puisi yaitu keutuhan (unity)? Tentu saja tidak.

Ambiguitas memerlukan keutuhan lebih dahulu, sebelum melampauinya. Jika tidak maka teks hanya akan menawarkan kekacauan yang cenderung menjadi gelap.

Seharusnya ambiguitas menjadi upaya kita menghormati, menarik, dan melayani pembaca sebanyak-banyaknya. Dengan jurus itu, puisi kita bisa menjadi sumur kecil yang berlimpah airnya. Pembaca bebas menimba imajinasi dan menjadikannya sumber air makna yang segar dan tak habis-habisnya.

Ambiguitas lebih tampak sebagai bagian dari struktur batin puisi, tapi tentu saja, ia hanya bisa hadir lewat kecakapan kita mengolah struktur fisik puisi kita. (bersambung)

 

 

Baca juga
Mungkin Dia Tak Pernah Bermimpi
Mungkin Dia Tak Pernah Bermimpi

MUNGKIN dia tidak pernah punya mimpi, bocah jalanan itu, bagaimana dia bisa pernah bermimpi? Ia tak peduli sesibuk apa kota Baca

Sajak Sapardian: Seperti Tanah dan Matahari
Sajak Sapardian: Seperti Tanah dan Matahari

SEPERTI tanah dan matahari yang mencintai pohon itu, kita saling membutuhkan dan menumbuhkan dengan alasan berbeda untuk satu hal yang Baca

Aku Memungutnya dan Berpikir “Gokil Juga, Nih!”
puisi
  • Save

BEBERAPA penyair bersama-samamenulis puisi di kepalaku. Penyair pertama menulis: kalau sampaiwaktuku…. Lalu dia pergi merokok. Penyair kedua menambahkan: kalausampai waktuku Baca

Songkok Guru Damang
Songkok Guru Damang

: Khalish Abniswarin SETELAH menurunkanstandar sepedadia memukul loncengkami pun kembali berbarisdi pintu madrasahseperti khat di buku bergariskaligrafi dengan lekuktebal dan Baca

One thought on “Ambiguitas: Makna Ganda (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap