Sebuah Ikhtiar untuk Mengelabui Waktu

AKU saling memberi kode pada hujan, hari senja, dan pelataran mal yang tak tahu harus berbuat apa. Sebuah rahasia yang semakin jarang kami ingat sebab kami sudah terlalu malas untuk terus berpura-pura. Tadi, sulit sekali mencari tempat parkir, ruang sekadarnya, yang harus kami bayar. “Hanya senilai itu kalian memberi harga padaku?” kata waktu yang sebentar lagi akan beranjak ke malam yang mengubah semua kode dan melantarkan kesedihan kepada kami untuk rahasia yang lain.

Baca juga
Kau Tahu Ini Terjadi dimana?
Kau Tahu Ini Terjadi dimana?

ADA yang mendengarkan Banda Neira sambil ikut bernyanyi pelan-pelan seperti tak mau mengganggu angin menguji permukaan batu plasa sambil menyeret Baca

Sajak yang Ihsan
Sajak yang Ihsan

Banyak sahabat yang menulis puisi untuk saya. Tapi, sajak ini beda. Bersama penyairnya kami berkongsi masa lalu, kenangan yang sama, Baca

Dan Lihatlah Unta Itu – Puisi Penyair Iran Simin Behbahani
Dan Lihatlah Unta Itu – Puisi Penyair Iran Simin Behbahani

Dan Lihatlah Unta Itu Sajak Simin Behbahani (1927-2014)* "Apakah mereka tidak mempertimbangkan unta, bagaimana ia diciptakan?" - Alquran, Surah 88:17 Baca

Seraya Minum Kopi, 6
Seraya Minum Kopi, 6

DIA menjerang air untuk serbuk kopi yang menuntut suhu tinggi Sehabis salam dia tunggu anatara dua berita dari pengeras suara Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap