Sajak Sapardian: Tentang Titik dan Koma

: Wumbo Kurniawan

AKU ingin menjadi sebuah tanda titik, menunggu
jauh di ujung kalimat, agar kau tak henti bercerita
tentang sesuatu yang tak pernah bosan kudengarkan

Aku ingin menjadi beberapa tanda koma, berjalan
dari kata ke kata, mencari di mana seharusnya
aku berada agar engkau nanti tak lelah membaca
 

Baca juga
Mampus Kau Dikoyak-koyak Improvisasi
  • Save

PENGEN ketemu Minguseh ketemu Hutagalung,sama-sama Charles, sih,tapi bu bu bu bukanBukowsky. Potret diri dalam tiga warnadidengerin pagi-pagikayak rekuim bagihidup yang Baca

Dia Mendengar Kalimat Itu di Mana-mana
  • Save

DIA mendengarkalimat itu di mana-manadi ruang kerja ayahnya,di tengah pertengkaran keluarga,di meja restorandari mulut seseorangyang baru sajamemerintahkanpembunuhan,juga dalam perundingandi Vatikan. Baca

Tampar Aku Sekali Lagi, McCluskey
  • Save

SUARA anjingdan tangis bayisuara keretadi rel yang dekatyang kian mendekatmenabrak sunyiyang tak terhalangi. Suara tembakanbeberapa kali. Dia ingatpanduan Clemenza:tembak tepat Baca

Di Hadapan Jenazah Santino
  • Save

KETIKA dia terbaringdengan punggung hancurkarena hujan peluru,pada malam itu, merekamembantai Santino. "Lihat, bagaimanamereka membunuh anakku,"katanya kepada Bonasera. Si perias jenazah Baca

One thought on “Sajak Sapardian: Tentang Titik dan Koma

  1. I WANT to be a full stop, waiting at the end of a sentence, so that you do not stop a story about something that I never get bored of listening

    I want to be a few comas, pausing from word to word, looking for a spot where I should be, so that you will never get tired of reading me

    🙂
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap