Dongeng Kopi #5: Cinta yang Sempurna

KEKASIH yang sempurna? Atau Cinta yang tak bercela? Yang pertama terdengar mustahil kita temukan. Yang kedua kita yang mengupayakannya agar tercipta seperti itu di hati kita. Ah, “Kita banyak menyia-nyiakan waktu mencari kekasih yang sempurna, ketimbang menumbuhkan Cinta yang sempurna!” kata Tom Robbins. Pasti itu tertulis di salah satu novel atau buku esainya.
  
Yang pertama? Kita mencarinya. Kita berharap itu datang pada kita. Kita menduga itu ada pada orang lain, di luar diri kita. Kita mungkin akan kecewa. Yang kedua? Kita yang mengaturnya dalam diri kita. Kita yang memilih tempat tumbuhnya, kita yang menyiang gulmanya, kita yang mengatur serindang apa tumbuhnya, kita yang mengizinkan separah apa durinya melukai kita.


Sepedih itukah? Ah, tidak juga. Aku dan kopiku, kami adalah sepasang kekasih yang sempurna dan kami punya Cinta yang juga sempurna. Kami tak saling melukai, kami tak saling mencemburui! Ah….
Baca juga
Dia Mendengar Kalimat Itu di Mana-mana
  • Save

DIA mendengarkalimat itu di mana-manadi ruang kerja ayahnya,di tengah pertengkaran keluarga,di meja restorandari mulut seseorangyang baru sajamemerintahkanpembunuhan,juga dalam perundingandi Vatikan. Baca

Mampus Kau Dikoyak-koyak Improvisasi
  • Save

PENGEN ketemu Minguseh ketemu Hutagalung,sama-sama Charles, sih,tapi bu bu bu bukanBukowsky. Potret diri dalam tiga warnadidengerin pagi-pagikayak rekuim bagihidup yang Baca

Halo, Kay!
  • Save

FOTO-FOTO duludi dinding itu,membuat dia bertanyapada masa lalunya,yang tak ada lagidi dalam dirinya,"apakah aku pernahberbahagiabersamanya?" Dia ketakutan sejakmemasuki ruang kerja Baca

Di Hadapan Jenazah Santino
  • Save

KETIKA dia terbaringdengan punggung hancurkarena hujan peluru,pada malam itu, merekamembantai Santino. "Lihat, bagaimanamereka membunuh anakku,"katanya kepada Bonasera. Si perias jenazah Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap