Dongeng Kopi #5: Cinta yang Sempurna

KEKASIH yang sempurna? Atau Cinta yang tak bercela? Yang pertama terdengar mustahil kita temukan. Yang kedua kita yang mengupayakannya agar tercipta seperti itu di hati kita. Ah, “Kita banyak menyia-nyiakan waktu mencari kekasih yang sempurna, ketimbang menumbuhkan Cinta yang sempurna!” kata Tom Robbins. Pasti itu tertulis di salah satu novel atau buku esainya.
  
Yang pertama? Kita mencarinya. Kita berharap itu datang pada kita. Kita menduga itu ada pada orang lain, di luar diri kita. Kita mungkin akan kecewa. Yang kedua? Kita yang mengaturnya dalam diri kita. Kita yang memilih tempat tumbuhnya, kita yang menyiang gulmanya, kita yang mengatur serindang apa tumbuhnya, kita yang mengizinkan separah apa durinya melukai kita.


Sepedih itukah? Ah, tidak juga. Aku dan kopiku, kami adalah sepasang kekasih yang sempurna dan kami punya Cinta yang juga sempurna. Kami tak saling melukai, kami tak saling mencemburui! Ah….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s