Dongeng Kopi #4: Hati, Otak, Cinta, dan Kopi

PENULIS (ia menulis puisi dan juga prosa) Pierre-Jules Renard alias Jules Renard (1864-1910) – punya perumpamaan yang unik untuk Cinta.

“Cinta,” katanya dalam satu kalimatnya yang termasyhur, “seperti jam pasir. Ketika hati semakin penuh terisi, otak pun semakin kosong!”

Hati dan otak, seperti dua sisi tabung yang dihubungkan oleh celah kecil. Pasir yang menakar waktu itu, seperti Cinta, tak akan mengisi penuh sekaligus kedua sisi tabung itu. Begitukah, Tuan Renard?

Saya bayangkan kalimat itu tercetus saat ia mulai rajin ikut menghabiskan waktu di kafe-kafe di Paris dan di situ sejumlah penulis membicarakan perihal sastra, dan mereka menulis untuk surat kabar Parisian. Tentu saja saat itu mereka sambil menghirup kopi!

Kopiku, hmm, maksud saya cintaku pada kopiku, tidak seperti itu rasanya. Semakin hatiku terisi oleh Cinta padanya, rasanya semakin aku menemukan alasan rasional di otakku untuk Cintaku pada kopiku itu. Maaf, Tuan Renard. Rumusanmu tentang Cinta itu, mungkin berlaku untuk Cinta kepada hal lain saja, ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s