Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (6)

Processed with VSCO with m5 preset
  • Save
Reza Rahadian dan Sri Qadariatin (Foto oleh Mawan Kelana untuk Titimangsa Foundation, 2017)

 

Lalu Melupa Lagi Membawa Mimpi

 

PEREMPUAN… (kayu dalam unggun api dan aku pejalan
membangun kemah di pantai yang jauh dari pelabuhan

Payung dalam hujan malam dan aku tak lagi peduli
sebasah apa, karena tahu nanti akan kering sendiri

Tebaran cahaya di cakrawala, tapi aku tak tahu waktu
ini fajar atau senja? Lalu melupa lagi membawa mimpi

Perempuan, dengannya dan tentangnya kutuliskan sajak
dan aku tahu akan terlambat kumengerti diriku sendiri)

 

 

 

Baca juga
Mampus Kau Dikoyak-koyak Improvisasi
  • Save

PENGEN ketemu Minguseh ketemu Hutagalung,sama-sama Charles, sih,tapi bu bu bu bukanBukowsky. Potret diri dalam tiga warnadidengerin pagi-pagikayak rekuim bagihidup yang Baca

Paling Enak Jadi Bunglon
  • Save

ABIS bikin perkaradi keimin bunka,penyair kita perginonton Soundrenaline(aha, kejauhan banget,yak, tapi biarin!)kagak sadar doike mana-mana, sejak itu,diikuti mata-mata kenpei. Eh, Baca

Dia Mendengar Kalimat Itu di Mana-mana
  • Save

DIA mendengarkalimat itu di mana-manadi ruang kerja ayahnya,di tengah pertengkaran keluarga,di meja restorandari mulut seseorangyang baru sajamemerintahkanpembunuhan,juga dalam perundingandi Vatikan. Baca

Di Hadapan Jenazah Santino
  • Save

KETIKA dia terbaringdengan punggung hancurkarena hujan peluru,pada malam itu, merekamembantai Santino. "Lihat, bagaimanamereka membunuh anakku,"katanya kepada Bonasera. Si perias jenazah Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap