Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (4)

Processed with VSCO with m5 preset
Marsya Timothy dan Reza Rahadian. (Foto oleh Mawan Kelana untuk Titimangsa Foundation, 2017)

Transaksi yang Tak Pernah Terjadi

 

KITA bertukar-curiga
(tapi tidak cinta)
membenturkan filsafat dan pendapat
apa yang bisa diperas
dan menetes
dari rimbunan rumpun
timur dan barat,
tapi tak menemukan cinta.

Kita adalah kalimat panjang
yang ditulis terburu-buru

Lembar naskah kosong kita pandang
apa yang bisa mengabadi di situ

Dan… (puisi adalah kemewahan  asing
yang ditulis dalam tanda kurung)

Kita adalah penonton bioskop
datang dengan pakaian necis dan pikiran perlente
mencari konsep tentang bangsa menjadi
dari cerita dan propaganda
mempersoalkan agama dan dogma
(tapi tidak cinta)

Kita mengadu-harga,
dua pedagang yang ingin saling membeli
dengan harga yang paling tinggi
tak pernah menyadari
betapa terlambatnya

transaksi yang tak pernah terjadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s