Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (3)

Processed with VSCO with b5 preset
  • Save
Reza Rahadian, Happy Salma, dan Agus Noor. (Foto: Awan Kelana untuk Titimangsa Foundation, 2017)

Kecemasan-Kecemasan yang Berguguran

 

KAMI melihat adegan-adegan berlompatan mengepung tubuhnya
mengantarkan cerita-cerita dari nama dan zaman yang gelisah

tentang aroma mesiu di udara kota, jam malam, serangan udara,
lubang-lubang perlindungan, anjing lapar dan kuda liar, yang

mungkin lari dari sebuah pertempuran, setelah sebuah pasukan
dihancurkan, bom dijatuhkan, peluk-tangis perempuan dilepaskan

*

Kami mendengar pernyataan-pernyataan dipernyatakan dari mulutnya
menebalkan kata-kata keras, bualan-bualan besar, caci maki bagi

kepengecutannya sendiri, juga keberanian menghantam kebutaan
dinding waktu, membayangkan lubang menganga di situ, dan dia masuk
berlari dikejarĀ  segerombolan tahun yang membawakannya mati

Kami menunggu kecemasan-kecemasan berguguran dari jam matanya.

 

 

Baca juga
Klaketik Klak, Klaketik Klak
  • Save

DI Chicagoatau Pasarminggu,(terserah, dah!)main aja di mari,kalau mau belimangga, pisang,atau jambu,bebuahanlezat bergizibikin lidah pribuminandak lincah menari! Agar jadi anak sehatyang Baca

Tampar Aku Sekali Lagi, McCluskey
  • Save

SUARA anjingdan tangis bayisuara keretadi rel yang dekatyang kian mendekatmenabrak sunyiyang tak terhalangi. Suara tembakanbeberapa kali. Dia ingatpanduan Clemenza:tembak tepat Baca

Di Hadapan Jenazah Santino
  • Save

KETIKA dia terbaringdengan punggung hancurkarena hujan peluru,pada malam itu, merekamembantai Santino. "Lihat, bagaimanamereka membunuh anakku,"katanya kepada Bonasera. Si perias jenazah Baca

Paling Enak Jadi Bunglon
  • Save

ABIS bikin perkaradi keimin bunka,penyair kita perginonton Soundrenaline(aha, kejauhan banget,yak, tapi biarin!)kagak sadar doike mana-mana, sejak itu,diikuti mata-mata kenpei. Eh, Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap