Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (1)

Processed with VSCO with b5 preset
Tara Basro dan Reza Rahadian dalam sesi latihan”Perempuan-Perempuan Chairil”. Foto: (c) Mawan Kelana  (Titimangsa Foundation), 2017

 

Seluruh yang Hanya akan Meluruh

 

KITA sudah coba bertahan
dalam gema dari suasana yang kacau
mempertahankan nafas
dan hati tunggang-langgang,
mimpi besar,
cinta mengunggun api,
kehendak lekas berlari,
keluar dari hempit-sempit ini

: keraguanmu dan kepicikanku

Jika masih kita bisa berpelukan jua,
ini yang terakhir kali
sebelum, tak ada lagi kita

: kau pulang
kemudian kehilangan dirimu,
dan aku pergi membawa
dari rebut sia-sia
seluruh
yang hanya
akan
meluruh (baca: hilang)

 


Catatan: Kepada Titimangsa Foundation, saya meminjam foto-foto  dari latihan sebelum pementasan “Perempuan-Perempuan Chairil”.  Saya tahu, latihan-latihan itu  keras sekali. Melelahkan. Tapi banyak hal puitis terjadi selama sesi itu.  Saya ingin mencatat momen puitis itu ke dalam puisi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s