34 Sajak Celanadalam untuk Pesta Kartun Akhir Tahun 2017

 

2017-12-06-PHOTO-00000015

SAJAK-SAJAK berikut ini akan saya bacakan dalam pembukaan pameran kartun di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 8-18 Desember 2017. Saya akan berduet dengan Muhammad “Ifoed” Saefuddin. Kartunis idola saya. Dia akan main suling.  Yang mempersatukan 34 sajak berikut ini adalah tema atau imajinasi  “celana dalam” sebagai alat ucap.

 

CELANA DALAM YANG PALING DALAM

Telah kulepaskan celanadalam yang paling dalam,
ah, masih juga saya belum bisa merasa telanjang.

 

TUGAS PERTAMA BUAT ADAM

“Saya hendak mencari dimana Hawa berada, Tuhan.”
“Bukan, pertama harus kau temukan celanadalam!”

 

KESETIAAN CELANADALAM

“Bagaimana kau nanti akan mengenangku, setelah kematianku?”
“Akan kusisakan kain kafanmu, dan kujadikan celanadalamku.”

 

DI MAKAM CELANA DALAM

Ada sepasang manusia berziarah, menabur kembang gelisah.

Kemaluan mereka mula-mula mereka ganti jadi Kebanggaan,
tapi lama-lama mereka malah jadi Kehilangan. “Tolong lihatlah
dan pastikan wahai Kuburan, apakah kami sekarang telanjang?”

CELANADALAM UNTUK BULAN

Karena bulan terang selalu telanjang, ia copot celanadalamnya,
dan ia minta bulan mengenakannya. Tapi bulan menolak, “kau
lebih memerlukannya,” kata bulan sambil mengembalikan
celanadalam yang kini bercahaya, kecipratan terang bulan.

Pelan-pelan, dia pakai lagi celanadalamnya. “Nah, sekarang,
kau bercahaya seperti Ratu Kunang-kunang,” kata bulan.

Dia melenggang pulang. Diiringi lagu ribuan kunang-kunang:
“Lihatlah, lihatlah airmatanya bercahaya bagai cahaya bulan!”

 

PETUALANGAN CELANADALAM

Setelah puas mengembara ia akhirnya pulang juga.
“Sudah saatnya mencuci celanadalam,” katanya
kepada rumah yang dia tinggalkan sendirian.

Rumahnya nyaris tak mengenalinya lagi. Untunglah,
ada tanda khusus pada celanadalamnya, “Saya sering
melihat tanda itu ketika ia dijemur di halaman depan.”

Susah juga membersihkan celanadalam. Ia nyaris putus asa.
Untunglah rumahnya masih menyimpan deterjen istimewa.
Deterjen untuk celanadalam yang hilang tanda khususnya.

Celanadalamnya pun bisa putih kembali seperti semula.

Waktu dijemur lagi, seharian, di halaman depan, ada pencuri
yang tertarik mencolong celanadalam itu. “Wah, musnahlah
celanadalam bersejarah kita,” katanya kepada rumahnya.

Kini tanpa celanadalam, dia pun semakin betah di rumah.

 

CELANADALAM YANG KUCURI DARI RUMAHMU

: Joko Pinurbo

/1/
Waktu singgah di rumahmu, engkau dengan bangga
memamerkan beberapa celanadalam istimewamu.

Saat kau lengah, kucuri salah satu celanadalam itu.

Di rumahku, aku langsung menjajal celanadalammu itu.

/2/
Harus kuakui celanadalammu memang istimewa. Enak
dipakai dan tidak membuat anuku nyelip ke mana-mana.

Saking enaknya, aku lupa menggantinya. Padahal, seenak
apapun celanadalam ‘kan harus dicuci, supaya tetap suci.

Itulah mungkin sebabnya, sekarang aku terserang gatal-gatal.
Celanadalam yang enak jadi tidak enak. Anuku pun berontak.

“Bagaimana, Tuan? Anda sudah ketularan penyakit saya?”
tiba-tiba kuterima pesan pendekmu di telepon genggamku.

 

CELANADALAM DAN MAWARAHASIA

“AKU sedang senang mengasuh mawarku,” kata kekasihnya.

“Ya, nanti kukirimkan padamu sesuatu yang mawar,” katanya.

Tak lama datanglah sebuah paket istimewa. Kekasihnya
terharu membaca pengantar-mesranya dalam kiriman itu:

Pakailah selalu celanadalam bergambar mekar mawar ini.
Agar mawarahasiamu bisa belajar dan tahu pula kapan
saatnya memekar dan menebar aromanya yang wangi itu.

Setelah beberapa waktu menunggu bersama paket istimewa
itu, kekasihnya mengirim kabar beraroma mawarahasianya.

“Mawarahasiaku ingin kamu datang menjemputku. Ia ingin
kau memetiknya dan menciumi wanginya,” kata kekasihnya.

 

CELANADALAM JIRAN

JIRAN kita sekarang sudah jadi orang kaya, punya
kebun sawit luas sekali dan mobil istimewa.

Mereka suka sekali berganti celanadalam
sehari bisa sampai empat atau lima kali.

Mereka pun tidak mau repot-repot mencuci.
Untuk itu mereka menggaji seorang te-ka-i.

Tapi, ah, susah sekali mencuci celanadalam.
Banyak noda yang bertahan seakan mau abadi.

Jiran kita sering kehabisan cadangan celanadalam.
Juga sering terserang rasa gatal yang tak karuan.

Akhirnya, te-ka-i itu juga yang disalah-salahkan.

“Hei Indon! Yu tak pandai mencuci celanadalam Ai ke?
Di negeri Yu, Yu tak pernah pakai celanadalam ke?

Jiran kita juga sering kehilangan celanadalam.
Akhirnya, ah, te-ka-i juga yang dituduh mencuri.

 

CELANADALAM PRESIDEN

Ada burung garuda di labelnya

“Ayo mana yang lebih jago, kamu
atau aku?” kata garuda
kepada burung yang tiap hari ditongkronginya

 

CELANADALAM PENERJEMAH PUISI

Ada dua label di tepi jahitannya
satu berbahasa asing satu berbahasa ibu

kedua label itu suka bertengkar hebat
“kau salah menerjemahkanku!” kata label yang satu
“kau yang tak menemukan padananku” bantah label lainnya

Kadang-kadang celanadalam itu terselip juga
di halaman kamus Sejuta Kata: Inggris-Indonesia

 

TANGGALKAN CELANADALAM ANDA

Peringatan di pintu depan
sebuah rumah ibadah: Sebelum
masuk, tanggalkan celanadalam
Anda! Tinggalkan di tangga.

Khutbah abadi pemuka agama
di mimbar sebuah rumah ibadah:
Lupakan celanadalam Anda yang
tadi Anda tinggalkan di tangga.

 

CELANADALAM NABI

Waktu Nabi menjahit celanadalamnya, datanglah Jibril
“Saya datang untuk membantumu,” kata Jibril.

“Ah, bikin malu saja. Saya bisa menjahit sendiri, kok,” kata Nabi.

Tuhan pun tertawa.

“Sialan, aku dikerjain Tuhan,” kata Jibril.

 

 

PETUALANGAN CELANADALAM
Setelah puas mengembara ia akhirnya pulang juga.
“Sudah saatnya mencuci celanadalam,” katanya
kepada rumah yang dia tinggalkan sendirian.

Rumahnya nyaris tak mengenalinya lagi. Untunglah,
ada tanda khusus pada celanadalamnya, “Saya sering
melihat tanda itu ketika ia dijemur di halaman depan.”

Susah juga membersihkan celanadalam. Ia nyaris putus asa.

Untunglah rumahnya masih menyimpan deterjen istimewa.
“Khusus untuk celanadalam petualang yang nyaris lupa
pulang,” kata rumahnya, masih juga doyan menyindirnya.

Celanadalamnya pun bisa putih kembali seperti semula.

Waktu dijemur lagi, seharian, di halaman depan, ada pencuri
yang tertarik mencolong celanadalam itu. “Wah, musnahlah
celanadalam bersejarah kita,” katanya kepada rumahnya.

Kini tanpa celanadalam, dia pun semakin kerasan di rumah.

 

 

SELIPKAN SAYA DI CELANADAKAMMU

Saya tak pantas berada di surga
saya juga tak sanggup kalau harus nyemplung ke neraka

Selipkan saja saya di celanadalammu.

 

 

CELANADALAM PENGGEMBALA BEBEK

Kumalnya sudah kenal semua lumpur sawah, tak apa
Bolong-bolongnya sudah menambal sendiri, berulang kali, tak apa

Dia sebenarnya hanya malu sama bebek-bebeknya
“Telurmu itu, Tuan Gembala,” kata bebek yang paling tua.
“Perlu kami ajari bagaimana cara menelurkannya?”

 

 

LIBURAN CELANADALAM
Celanadalammu dan bikiniku jalan-jalan di Kuta
“Sebentar lagi matahari tenggelam,” kata bikiniku.

Ada sepasang turis sedang tenggelam dalam pelukan,
si lelaki tanpa celanadalam si perempuan tanpa bikini.

“Celanadalam & bikininya dicuri matahari,” kata senja kita.

 

 

CELANADALAM DARI JOGJA
Ada gambar matamu tepat di depannya,
kalau dipakai terbalik, matanya memejam saja.

“Daripada kelilipan, mendingan
merem seharian,” kata mata itu.

 

YANG DICOPOT & YANG DICAMPAKKAN
“Ini menyiksa sekali,” keluh Hawa kepada Adam
sambil mencopot dan membuang celanadalamnya.

Tapi, setelah persetubuhan pertama, malam itu,
Hawa bertanya pada Adam, “mana celanadalam,
yang kemarin kucopot dan kucampakkan?”

 

TEKS  UNTUK IKLAN CELANADALAM

Tahukah Anda, kenapa Hawa merindukan Adam?

 

CELANADALAM SIAPA?

 

Aku masuk ke dalam celanadalam
sekarang aku berada di dalam celanadalam

wah, ini celanadalam-Mu atau celanadalam-Ku?

 

BERTUKAR CELANADALAM

Setelah berkencan habis-habisan
kami bersalaman lalu bertukar celanadalam
dia menjenguk ke dalam celanadalamku
aku menjenguk ke dalam celanadalamnya.

Bagaimanapun kami masih saja saling curiga.

 

PENJAGA CELANADALAM

Pintu luar celanadalam tidak lagi terkunci
“kuncinya dibawa pergi penyewa terakhir,”
kata juru kunci tua yang setia.

Sejak itu tak ada lagi yang mau
menghuni ruang dalam celan dalam
juru kunci tua pun tak pernah berani
melongok ke dalam celanadalam.

 

WARNA CELANADALAM

Apa warna celanadalamMu?
tanyaku pada-Nya

“Lihat saja sendiri,” kata-Nya
sambil memlorotkan sarungku

 

CELANADALAM PENYAIR

“Mana celanadalamku?” tanya penyair
kepada keranjang pakaian kotor.

“Mungkin sedang mencuci diri, menghilangkan
daki setelah dipakai berhari-hari,”

“Wah, gawat. Kemarin ada puisi
hebat kucatat di bagian dalamnya.”

 

YANG BARU & YANG ISTIMEWA

“Aku akan datang bersama celanadalam baru,”
kata lelaki itu mengirim pesan kencan pada pacarnya

“aku akan menyalakan celanadalam
istimewaku sebagai tanda di depan jendela,” balas pacarnya

tapi kencan batal total
si lelaki diragukan kebaruan celanadalamnya
si perempuan tak bisa juga menyalakan
celana istimtewa di depan jendelanya

“Dasar pasangan amatiran, kencan kok pakai celana,” kata
telepon genggam yang mengirim dan menerima pesan kencan.

 

TOPENG CELANADALAM
SI pemalu itu menutup wajahnya dengan celanadalam.

“Apa yang kau sembunyikan di balik topeng lucu itu?”tanya
burung mungilnya yang tiba-tiba merasa lepas dari sangkar.

“Ssst, burung mungilku, diamlah, aku sedang menyamar jadi
cermin untuk kau yang tak-tahu-malu itu,” kata si pemalu.

 

PELAYARAN CELANADALAM

 

Bertemu di dermaga yang malamnya seperti kekal
: mereka sepasang celanadalam, koyak dan kumal
“Robekmu bagai kukenali. Kita akan saling tambal. ”

Mereka pun membentang jadi selembar layar kini,
sisa sesobek mereka jadikan peta. Dan dingin pagi,
mengingatkan agar telanjang itu saling menyelimuti.

 

SAYEMBARA CELANADALAM

/1/
PANGERAN tampan kehilangan celanadalam
maka digelarlah sayembara berhadiah istimewa:

PEREMPUAN YANG BISA MENEMUKAN
AKAN DISUNTING JADI PERMAISURI!

Lalu datanglah perempuan dari seluruh negeri,
mengaku menemukan celanadalam malang itu.

“Sudah seribu satu celanadalam diperiksa, Tuan,
semuanya palsu dan hanya mengaku-ngaku.”

“Tunggulah dulu, teruskan saja sayembaranya,
saya yakin akan ada seseorang yang jujur yang
datang dengan celanadalam kebanggaan saya,”
kata pangeran dalam sidang para penasihatnya.

/2/
DI sebuah binatu, jauh di luar kota, ada sebuah
celanadalam dengan lambang resmi kerajaan.

“Aku menemukannya di tepi hutan. Mungkin
ada pangeran yang berburu, dan kececeran,”
kata anak gadis kepada ibunya, si tukang binatu.

“Simpanlah. Siapa tahu, bisa mengubah nasibmu,”
kata ibu binatu.

Celanadalam itu disimpan si gadis di bawah bantalnya.
Tiap malam ia bermimpi bertemu dengan pangeran.
Si pangeran lantas melamarnya, mereka pun hidup
berbahagia selama-lamanya, mereka pun bergantian
memakai celanadalam yang mempertemukan mereka.

 

CELANADALAM BURONAN
DIA sudah jelajahi seluruh panjang tali jemuran, tapi
belum juga berhasil menangkap celanadalam buronan yang
kabur dari tugasnya, waktu dia lengah melepaskannya.

Suatu hari, di sebuah pekarangan, dia bertemu dengan
perempuan yang sedang menjemur celanadalam berbunga.

Dia lalu membayangkan, di jemuran itu buronannya akan
betah berdiam, berkibar riang di sebelah si bunga-bunga.

 

CELANADALAM MERAHMUDA

/1/

“TEMANI aku besok pagi ya,” kata perempuan
kepada lelaki, yang sedang gencar didekatinya,
“aku mau mencari celanadalam merahmuda.”

Mendapat ajakan yang mendadak itu, si lelaki
kaget juga. “Apa? Celanadalam merahmuda?”

“Ya, kenapa? Kamu gak suka ya? Asal tahu saja
aku ini kolektor celanadalam. Tapi, warna
favoritku tetap saja merahmuda. Sesuai dengan
warna… ah malu aku mengatakannya,” kata
perempuan itu.

Sebagai lelaki yang kurang pengalaman dan
terbatas pengetahuan soal perempuan, lelaki
itu amat penasaran, warna apakah yang sesuai
dengan celanadalam merahmuda itu, yang malu
dikatakan oleh si perempuan. “Warna apa ya?”
tanyanya berulang, hingga tak tidur semalaman,
sesudah mengantar pulang si perempuan.

Sampai dia terlelap pagi hari, dan dapat mimpi
yang basah sekali. “Huh, mimpi kok gelap amat,
kalau terang sedikit saja aku bisa mencocokkan
warnanya,” kata si lelaki bergegas ke kamar mandi
teringat janji dengan si perempuan merahmuda.

/2/

DIA sudah perpakaian rapi, pakai sarung dan dasi,
siap menjemput si perempuan sesuai dengan janji.

Tapi, tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi.
Ada SMS rupanya, dari si perempuan itu rupanya:
“Kau tak usah datang ke sini lagi. Aku sudah punya
celana dalam merahmuda, sesorang memberiku
semalam, setelah kami cocokkan, warnanya pas sekali
dengan warna … ah aku tak perlu mengatakannya.”

Kehilangan Celanadalam Hitam
DIA kehilangan celanadalam kesayangannya.
Dia lantas pasang iklan di koran poskota:

PULANGLAH HAI CELANADALAM HITAM
KAMI MERINDUKANMU SIANG & MALAM

Tengah malam rama sekali suara ketukan
di pintu kamarnya. “Permisi, kami mau
pulang, kami juga rindu padamu,” kata
beberapa celanadalam. Mereka semua hitam.

Girang sekali dia. Semua celanadalam itu
dipersilahkannya langsung masuk ke kamar.

Keesokan harinya, di halamannya tampak
pemandangan yang tidak biasa: jemurannya
penuh dengan celanadalam hitam yang bersinar
cerlang cemerlang. Dan di selokan di depan
itu mengalir air cucian: warnanya merah,
dan berbau campursari aroma sabun dan darah.

 

CELANADALAM MALAM 
/1/
AKU janjian pertemuan kencan dengan malamku.
“Jangan pakai celanadalam, ya…” pinta malam.

Aku penuhi permintaannya. Tanpa celanadalam,
dingin malam leluasa meraba seluruh tubuhku,
juga bagian yang harusnya kucelanadalami itu.

“Aku punya celanadalam untukmu,” kata malamku.

Lantas disodorkannya benda ajaib, bentuknya gaib.

“Pakailah, semoga membuatmu tenteram sejahtera,
dan semoga ia bisa selalu mengingatkanmu padaku.

“Wah, enak sekali ya. Apa yang tadi dingin tiba-tiba
jadi hangat. Terima kasih, malamku,” kataku.

/2/
PAGI hari aku terbangun. Tanpa celanadalam.
Walau dingin malam tersisa. Hangat itu masih ada.

 

CELANADALAM GUBERNUR

/1/
DUA celanadalam bertarung habis-habisan.

Celanadalam pertama didukung oleh satu partai
Celanadalam kedua diusung oleh banyak partai

“Ah, kau beraninya cuma keroyokan,” kata
kandidat gubernur celanadalam pertama.

“Ah, kau egois, maunya menang sendirian,”
kata calon gubernur celanadalam kedua.

 

/2/
PADA hari pencoblosan, seorang lelaki
tanpa celanadalam membawa kertas suara
ke tempat pencoblosan celana eh suara.

“Ingat coblos celanadalam yang ada kumisnya,”
pesan selebaran yang diseludupkan ke pintunya.

“Jangan lupa coblos celanadalam yang polos saja,”
kata bujukrayuan yang diselipkan di jendelanya.

Lama sekali lelaki itu berada di bilik suara.

“Mungkin dia sedang teringat malam pertama,”
kata panitia pengawas pemungutan suara.

 

/3/
LELAKI itu akhirnya keluar juga. Wajahnya ceria.

“Mana surat suaranya?” kata petugas Pilceldam.

“Maaf, keduanya sudah saya pakai, tadi ke sini
saya lupa pakai celanadalam. Dan suasana di dalam
tadi mengingatkan saya pada WC umum. Habis buang
hajat kita harus pakai celanadalam, bukan?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s