Tiga Sajak tentang Kabel

Kabel 1

KENAPA belum putus juga kabel-kabel ini?

Ada yang mengalir deras dari silam zaman,
siapa mengitir kincir di huluan kenangan?

Masih akan lama: bertinju dengan bayangan

ini gelanggang, berpagar kabel telanjang,
kaki terelak jarak, tangan tertolak halang,
tapi leher yang tercekau, yang terpegang.

Kenapa belum putus juga kabel-kabel ini!

 

Kabel 2

AKU bergantung pada ujung kabel kosong!
Kaukah mengulur pelangi dari ujung itu?

Hanya segumpal cahaya tua yang terjatuh.
Aku kira itu batu yang beku dari diammu.

Aku adalah kabel yang dilukakan cuaca.
Sejuta tahun membentang, di pucuk tiang.

 

Kabel 3

AKU telah jauh jatuh, memang, di reruntuhan jembatan,
mencari segumpal kabel yang kukira bisa menyelamatkan.

Segumpal kabel yang kusut, memang, tapi bila kelak ia
kubentang, maka alir air yang diseberanginya akan
sewarna Pelangi: warna yang terurai tujuh helaian
dari hujan tangisanmu dan sinar matatahari matamu.

2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s