Sajak tentang Hujan yang Kupikirkan dalam Bahasa Banjar dan Kutuliskan dalam Bahasa Indonesia

BERSAMA hujan yang meriah aku pulang dari sekolah
Bersama hujan yang megah aku susul ayah ke sawah
Aku dan hujan berkejaran di sepanjang jalan itu
Aku dan hujan tak berbaju juga tak bersepatu

Langit bersih ketika aku sampai di sawah, hujan
tak bisa sembunyi dari aku, aku melihatnya ada
di daun-daun padi, di batang-batang padi, menggenang
di antara rumpun padi, juga di wajah ayahku yang basah

“Kamu sudah makan?” ayahku tidak bertanya, ia mengingatkan
Di antara rumpun padi, hujan tersenyum, “jangan salahkan
kami, jangan salahkan kami,” katanya. Ayahku tahu
kalau bertemu dengan hujan, aku selalu lupa pada makan.

Baca juga
Ada yang Harus Dibuat Panjang dalam Sajak Pendek
Ada yang Harus Dibuat Panjang dalam Sajak Pendek

Tanah Lot, Rusli, 1977.   PENGANTAR:  Ada yang harus dibuat  panjang dalam sebuah sajak pendek, yaitu Baca

Perihal Membaca Puisi (10): Bhinneka Alam Semesta!
Perihal Membaca Puisi (10):  Bhinneka Alam Semesta!

Oleh Edward Hirsch Puisi bisa epik, lirik, dramatik, atau campuran ketiganya. Tapi puisi juga selalu gelisah untuk menemukan cara agar Baca

Petarung Dungu
Petarung Dungu

MEMASUKI ruang tunggu bandara seperti melangkah ke gelanggang tinju ronde yang tak akan kumenangkan dia, lawanku itu, adalah mitra latih Baca

Lirik Lir-Ilir dalam Tiga Terset
Lirik Lir-Ilir dalam Tiga Terset

- sebuah terjemahan bebas atas lirik  "Lir-Ilir" gubahan Sunan Kalijaga BANGUN, bangunlah! Bangkit dan saksikanlah! Benih yang kita tanam telah Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap