Kita Singgahi Warung Kopi yang Masih Buka

BELUM selesai kota
kita pulang dari gerilya
memasuki gapura waktu kerja besar
sudah beres semua
mereka sudah ambil nama
lencana prasmanan
pilih sendiri jasa pada piagam
dan kavling pada makam pahlawan
kita singgahi warung kopi yang masih buka
mencuci muka
lalu atur bidak catur yang tak lagi kentara
garis dan warna
putih dan hitamnya
kita paksa Tuhan nangis
pada permainan yang berakhir remis
di luar gelanggang
kuda menua
benteng tumbang
dan kita prajurit-prajurit rabun dan pincang
datang ke markas besar tentara
membawa berkas permohonan
tunjangan veteran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s