Menulis Puisi Dasar – 1

BISAKAH puisi diajarkan? Bisa, tapi menjadi penyair tidak. Bagaimana mengajarkan puisi? Ada berbagai cara. Ada banyak orang, lembaga, komunitas yang mengembangkan cara mengajarkan puisi, mengajarkan bagaimana menulis puisi.

Berhasilkah? Pelajaran itu tersampaikan dengan baik, tapi orang yang menguasa cara menulis puisi, belum tentu dia akan melanjutkannya menjadi penyair. Menulis puisi itu satu hal, menjadi penyair itu soal lain.

Saya mencoba menyusun cara mudah untuk mulai menulis puisi.  Tidak dengan mempelajari perangkat-perangkat puitikanya lebih dahulu, tapi langsung saja menuliskannya. Nanti teori-teori puisi akan terbawa sendiri ke dalam puisi yang tertulis itu.  Metode yang saya kembangkan ini saya rujuk dari banyak sumber. Sekali lagi ini sangat mendasar.

Intinya sederhana saja: bagaimana melihat ke dalam diri sendiri, sumber terbesar penulisan puisi itu, lalu menuliskannya ke dalam puisi. Kalau mau dinamai, ini namanya Metode “Aku Adalah”. Rumus dan contohnya seperti pada tabel berikut:

Menulis Puisi Dasar - 1 - Hasan Aspahani

Dengan rumus “Aku Adalah” maka siapapun tak perlu repot dengan bentuk. Konsentrasi saja pada isi, pada apa yang hendak disampaikan lewat puisi itu, dan itu penting. Menggali ke dalam diri sendiri juga penting. Siapapun yang hendak menulis puisi, dengan cara ini, tak usah jauh-jauh, mulailah dengan melihat ke dalam diri sendiri, memastikan apa yang sedang dirasakan, apa yang diinginkan, apa yang dipikirkan, dll.

Dua hal dasar harusnya teratasi dengan ara ini: bentuk dan isi. Dan ini baru langkah awal. Itu dulu.  Yuk, silakan mencoba dan mari berpuisi!

 

Hasan Aspahani
jurubaca@gmail.com

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “Menulis Puisi Dasar – 1

  1. Aku adalah puisi yang ditulis banyak orang
    Aku bayangkan mereka menemukan diri mereka di sana
    Aku mendengar suara tawa dan musik mengiring
    Aku melihat kata-kata menjadi kupu-kupu
    Aku ingin mereka tak berhenti menulis puisi
    Aku adalah puisi yang ditulis banyak orang

    Aku menyamar jadi kata-kata
    Aku merasa nyaman berada di dalam puisi mereka
    Aku menyentuh cahaya berlarian dari bait ke bait
    Aku cemas karena tak bisa mengejar cahaya itu
    Aku menangis karena mataku seperti buta
    Aku adalah puisi yang ditulis banyak orang

    Aku tahu bahwa aku harus menulis puisiku sendiri
    Aku katakan, “aku harus kembali ke dalam diri.”
    Aku impikan sebuah rumah yang ramah
    Aku mencoba memastikan inikah rumah puisiku?
    Aku berharap aku bisa menjawabnya untukku
    AKu adalah puisi yang ditulis banyak orang

    Disukai oleh 1 orang

  2. Menjadi
    Oleh: Alif Ilahi

    Aku lelaki dalam napas dan hati seorang wanita
    keinginan sebuah jalan dan
    Jalanan sebuah peta keturunan

    Tiba-tiba aku ayah,
    Ayah dari buah rahimnya yang subur
    Tangis dan airmatanya kebahagiaan

    Aku lelaki, aku suami, aku ayah
    Akhir cerita, peta itu membawaku kesini
    Pada kehidupan yang dirindu Adami.

    Perak, 10 Oktober 2017

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s