Memahami Puisi (2): Baca Puisi dengan Keras

 Oleh Edward Hirsch

SEBELUM melangkah terlalu jauh dengan puisi, Anda mula-mula  harus membacanya. Sebenarnya, Anda bisa mempelajari beberapa hal dari puisi hanya dengan melihatnya. Judul tuisan ini mungkin memberi Anda gambaran atau petunjuk untuk memulai. 

Dengan melihat bentuk puisi itu, Anda dapat melihat apakah larik itu berkelanjutan atau dipecah menjadi beberapa kelompok (disebut bait/stanza), atau berapa panjang lariknya, dan seberapa padat, pada tingkat fisik, puisi itu.

Anda juga bisa melihat apakah itu seperti puisi terakhir yang Anda baca oleh penyair yang sama atau bahkan puisi oleh penyair lain. Semua adalah hal-hal yang bagus untuk diperhatikan, dan mungkin akan membawa Anda pada pemahaman puisi yang lebih baik pada akhirnya.

Tapi cepat atau lambat, Anda harus membaca puisi itu, kata demi kata. Untuk memulai, baca puisi itu keras-keras. Baca lebih dari sekali. Dengarkan suaramu, sesuai dengan bunyi yang dibuat kata-kata itu. Apakah Anda memperhatikan ada terdengar sesuatu yang khas? Apakah ada sepasang kata kata yang terdengar berima? Adakah sekelompok suara yang nampak sama atau mirip? Apakah ada bagian dari puisi yang tampaknya memiliki ritme yang berbeda dari bagian lain dari puisi itu? Jangan cemas kenapa puisi itu bisa jadi punya efek seperti itu. Pokoknya langkah pertama adalah mendengar apa yang sedang terjadi. Jika Anda mendapati suara Anda sendiri mengganggu, mintalah seorang teman membaca puisi itu untuk Anda.

Katakanlah, masih saja terasa tidak mengerti ketika kata membaca dengan suara keras dan mengulang lagi membaca seluruh puisi lebih dari satu kali. Jangan cemas.  Jangan menyerah. Jangan merasa bersalah. Perasaan itu berasal dari kesalahpahaman bahwa kita harus memahami sebuah puisi pada bacaan pertama, juga  berasal dari rasa malu ketika harus membaca diketahui orang lain saat membaca puisi. Kemana saya bisa membaca puisi dengan keras, ya? Bagaimana jika teman-teman saya mendengar saya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s