Akan Seperti Apakah Malam Terakhir Itu

Sajak Edward Hirsch

Kau sedang duduk di teluk kecil jendela
pada sebuah kafe kosong di tepi laut.
Ini malam hari, sang pemilik telah mengunci pintu
meskipun kau masih membungkuk di atas radiator,
yang perlahan kehilangan kehangatan.

Lalu kau berjalan ke pantai
Menyaksikan kebiruan terakhir memudar pada ombak.
Kau tinggal di rumah-rumah kecil, ruang sempit –
dinding di sekitarmu tetap terus tertutup –
Tapi laut dan juga langit menjadi milikmu.

Tidak ada orang lain yang bisa kau ajak minum
dari kabut berair, kedalaman bayangan.
Kau sendirian dengan semesta yang berputar.
Selamat tinggal, cinta, yang jauh, yang di tempat hangat.
Malam tak berujung di sini, diam tak berbatas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s