Seorang Teman Bercerita tentang Bagaimana Cara Menyesap Tebu

: Jamil Massa

MISALKAN kami dua anak laki-laki dengan mulut kering. Matahari membuat keringat kami amis dan lekas  menguapkannya. Udara menguarkan bau lelaki.

Misalkan ayah kami seorang raja yang telah mencium aroma maut.  Ia memanggil kami ke halaman  berudara kering dengan debu jagung, kopra, dan pala.

Ia berdiri dengan dua batang tebu. Ia sebenarnya tidak peduli pada haus kami. Ia ingin menguji bagaimana kami menerjemahkan itu pada sesuatu. Dari mana kami harus menyesap manis ruas-ruas waktu itu?

Dalam sajaknya, teman yang bercerita kepadaku di terminal bandara sambil merenungkan sepotong ayam itu memutuskan siapa yang akhirnya menjadi pemenang dalam sayembara tersebut.

Ia kemudian berpikir tentang bagaimana cara ia menghabiskan burgernya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s