Jalan Menuju Puisi


 

SERIAL tulisan ini adalah upaya saya – terutama untuk saya sendiri – dalam memahami puisi  berdasarkan rujukan pada puisi-puisi kita sendiri. Tujuan lebih jauh, terbuka jalan yang lebih lapang, lebih asyik, dan lebih nikmat, untuk membaca puisi-puisi Indonesia. Saya tentu tidak sendirian. Banyak penyair lain di negeri ini yang saya tahu benar jauh lebih paham dan lebih tekun bekerja untuk puisi.  Mari, kita berdiskusi, bertukar pendapat, dengan tujuan yang sama: membangun pemahaman yang lebih baik tentang puisi dengan rujukan terutama pada puisi dan pemikiran penyair kita sendiri: Puisi Indonesia.

1. Pada Mulanya adalah Merasakan
2. Kekuatan dan Kerajaan Kata-kata
3. Keramik tanpa Nama dan Kelambu Nestapa
4. Dengan Lagunya Seperti Nyanyi
5. Suasana: Pesimis, Optimis, Realistis
6. Tema: Interaksi Manusia, Tuhan, dan Alam
7. Yang Menghancurkan dan Membangun Dinding Waktu 
8. Tanya Pertama Keluar di Hati
9. Kerelaan untuk Memasuki Keheningan
10. Kata yang Tak Cukup Buat Berkata


 

Baca juga seri artikel Edward Hirsch How To Read a Poem  dari Poetry Foundation ini:

1.  Ke Jantung Kota
2.   Bersiap Berangkat
3.   Pada Mulanya adalah Relasi
4.   Daya Sihir yang Tersimpan
5.   Keintiman yang Luas, Keluasa yang Intim
6.   Hanya Udara, Kata-kata Ini, tapi Sedap Didengar
7.   Bahasa Amerika yang Biasa, yang Kucing dan Anjingpun Bisa Membacanya
8.   Pada Kata yang Biasa, Beri Mantra
9.   Metafora Itu Mengatakan Penyair adalah Burung Bulbul
10.  Bhinneka Alam Semesta!
11.  Harmoni Dua Dara, Suara dan Sabda
12.  Tipografi Bersayap
13.  Buaian yang Tak Henti Berayun
14. Bantu Aku, Dewi Inspirasi Surgawi
15. Gelombang yang Senantiasa Kembali
16. Semacam Kebetulan, Kau Pembaca dan Aku Penulis


 

Dari Edward Hirsch juga, berikut seri tulisan tentang bagaimana Memahami Puisi.

MEMBACA puisi dengan baik adalah soal sikap dan teknik. Keingintahuan adalah sikap yang berguna, terutama bila bebas dari gagasan yang telah terbentuk sebelumnya tentang apa itu puisi atau seharusnya. Teknik yang efektif mengarahkan keingintahuan Anda untuk mengajukan pertanyaan, menarik Anda ke dalam percakapan dengan puisi itu. Tujuan pembacaan cermat sering kali menimbulkan pertanyaan tentang makna, sebuah pertanyaan interpretatif yang memiliki lebih dari satu jawaban. Karena bentuk puisi adalah bagian dari maknanya (misalnya, fitur seperti pengulangan dan rima dapat memperkuat atau memperluas makna sebuah kata atau gagasan, menambahkan penekanan, tekstur, atau dimensi), pertanyaan tentang bentuk dan teknik, tentang fitur yang dapat diamati dari sebuah puisi, memberikan titik masuk yang efektif untuk interpretasi. Untuk mengajukan beberapa pertanyaan ini, Anda perlu melatih telinga denganbaik untuk menangkap kualitas musik bahasa, terutama bagaimana suara dan ritme berhubungan dengan makna. Pendekatan ini adalah salah satu dari banyak cara dalam sebuah puisi.

  1. Asumsi yang Salah Ketika Membaca Puisi
  2. Baca Puisi dengan Keras

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s