Gulali

Oleh Edward Hirsch

Kami menyeberangi jembatan Sungai Chicago
ternyata itu jadi yang terakhir kali,
dan aku makan gulali, udara manis sekali,
Cahaya biru manis itu berputar keluar dari ketiadaan.
Itu hanya sebentar, sungguh, tak lebih lama,
Tapi aku ingat, mengagumi kabel yang perkasa
pada jembatan yang menahan kami
dan menelusurkan jariku di sepanjang
jari kakekku yang ramping,
seorang tua dari Dunia Lama
yang sudah lama menghilang ke barzah.
Dan aku ingat bocah delapan tahun itu
yang telah mencicipi manisnya udara,
yang masih menempel di mulutku
dan lenyap saat kuhembuskan napasku.

Dari: Cotton Candy – Edward Hirsch


Baca juga:
Sebagian Sejarah Kebodohan Saya
Minggu yang Terlalu Pagi
Potret Diri
Kepada Puisi
Aku Tak Pernah Bisa Berdoa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s