Minggu yang Terlalu Pagi

Oleh Edward Hirsch

Dulu aku ejek ayahku dan gerombolannya
yang bangun pagi-pagi pada hari Minggu
Lalu ngopi di kedai kopi di kota kami
tapi kini aku salah satu dari gerombolan itu.

Tidak ada yang peduli dengan ejekan lamaku
Tapi mereka terus saja menyeret tidurku
Seperti serangkaian kaleng kosong berderak
Di belakang sebuah mobil yang ditinggalkan.

Itu seperti ini: tepat saat engkau berpikir
Engkau telah melupakan gadis berambut merah
yang meninggalkan engkau terdampar di tempat parkir
Empat puluh tahun yang lalu, engkau terbangun

Cukup lekas untuk melihatnya menghilang
di sekitar sudut mimpimu
dengan sepeda motor orang lain
menderu ke jalan raya saat matahari terbit.

Maka sekarang aku duduk dalam cahaya remang
Kafe penuh mereka yang bangun kepagian
Jendela tertutup jelaga
Dan kopi ini hangat dan kopi ini pahit.

 


Dari: Edward Hirsch Early Sunday Morning.

Baca juga
6 Sajak tentang Sajak oleh 6 Penyair dari Sapardi Hingga Subagio
sajak
  • Save

Enam sajak tentang sajak ditulis oleh enam penyair: Sapardi Djoko Damono, Budiman S. Hartoyo, Abdul Hadi WM, Yudhistira ANM Massardi, Baca

Paradoxum
  • Save

DIA yang datangmenyadarkan aku adalah dia yang pergi tanpapernah aku menyadarinya. Dia yang ingin kumilikiselamanya adalah diayang selamanya takpernah bisa Baca

Sehujan-Hujannya November Hujan
Sehujan-Hujannya November Hujan

------ terjemahan sekehendak hati atas lagu "November Rain" - Guns n' Roses KETIKA aku menujukan tatap ke dalam matamu kutemukan cinta Baca

Di Gerbong Kereta Antara Bogor dan Jakarta
  • Save

: untuk Agus Hidayat DIA berlari mengejar keberangkatan pertama, tak memperhatikan lagi pengumuman yang rutin itu: mohon perhatian, kereta api Baca

2 thoughts on “Minggu yang Terlalu Pagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap