Potret Diri

Oleh Edward Hirsch

Aku menetap di antara hati dan kepalaku,
Seperti pasangan suami istri yang tidak rukun.

Aku tinggal di antara lengan kiriku, yang cepat
dan jahat, dan tangan kanan saya, yang baik budi.

Aku hidup di antara tertawa dan cemberut,
Memilih menentang diri sendiri: sistem dua partai ini.

Kaki kiriku terdiam atau menari bersama,
Kaki kananku terpotong, lurus, dan sempit.

Bahu kiriku seperti penari telanjang sedang libur,
Bahu kananku berdiri tegak sebagai tentara Romawi.

Anggap saja sisi kiriku adalah organ donor
dan tersisa cuma organ pribadiku saja,

Tapi untuk mataku, dengan keteduham dua warna
cokelat itu, ya, bagai Dionysus, bertemu Apollo.

Lihatlah Hawa mengernyitkan alis kirinya
Kemudian Adam menurunkan kaki kanannya.

Tidak ada yang mengharapkan mereka bertahan,
Tapi perceraian tampaknya pantang dipertanyakan.

Aku kira tangan kiri dan tangan kananku nanti
disedekapkan pada dadaku di peti mati itu

Dan akhirnya aku akan berdamai juga,
Kembali aku akan menjadi utuh lagi.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s