Sebagian Sejarah Kebodohan Saya

Oleh Edward Hirsch

Padat kendaraan, datang menyesaki jembatan,
Aku putar setir ke kanan, ke jalan yang salah,
Dan terperangkap dalam mobil berjam-jam.

Nyaris tiap petang aku bergegas memasuki malam
Tak sempat memperhatikan pohon-pohon,
Yang namanya saja saya tidak tahu,
Atau burung-burung, yang terbang tak peduli.

Aku tidak bisa melepaskan hasratku
Atau menerimanya, jadi aku berjalan saja bersama
Seperti harimau mendamba musim semi
Tapi masih takut dengan keliaran di dalamnya.

Orang tak melihat ada jeruji besi,
Aku membawa penjara di dalam tubuhku.

Aku terlalu memperhatikan yang dipikirkan orang lain
Dan omong yang seharusnya tidak kuomongkan.
Aku diam pada saat seharusnya aku angkat bicara.

Maafkan saya, para filsuf,
Aku membaca Stoicisme tapi tidak pernah bisa memahaminya.

Aku merasa hidupku salah,
Ini kukatakakn dari jiwaku,
Sementara di tengah dunia
Ribuan orang dibantai,
Sebagian dilakukan oleh orang sebangsaku.

Maka aku terus berjalan – terganggu, tenggelam dalam pikiran –
Dan lupa menjenguk mereka yang menderita
yang jauh, yang dekat.

Maafkan, iman, sebab tak pernah aku memilikinya.

Aku tidak percaya kepada Tuhan,
yang menghindar dariku.

 


Dari: “A Partial History of My Stupidity”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s