Jalan Menulis Bait Agam Wispi

SURATKABAR terbakar berita sendiri. Berita terbaca lebih  terang dalam api. Tak ada loper. Stasiun mati.  Dua lelaki  mencatut waktu di trotoar. Terang dari layar baliho. Di papan catur bertahan dua ratu. Bertukar warna. Taksi kosong. Gerobak sate dan nasi goreng. Jalan menulis bait Agam Wispi: memang suatu harapan bukanlah besok atau lusa, tapi kita harus menghadangnya….

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s