Paragraf Pertama untuk Sebuah Novel

ADA biola menyuarakan lolongan sekawanan hewan. Seperti minta petunjuk untuk kembali menemukan jalan. Seekor anjing liar yang lapar mendengarkannya dengan cemas. Setangkai payung tertinggal di batas antara desa dan hutan.  Pohon-pohon tidak menjatuhkan daun pada pagi hari. Haruskah disebutkan di sana ada jejak sepatu.  Haruskah disebutkan juga saat itu sungai bisu. Muara dibendung oleh pasang.   Biola itu terdengar lagi.  Si anjing liar tadi tertidur. Siapa tahu dia sedang bermimpi apa. Rencana perburuannya esok hari. Atau siapa yang akan memangsanya. Daun jatuh. Payung yang tertinggal itu terlalu kecil untuk seorang pemburu. Jalan yang menyimpan jejak sepatu itu menuju sungai. Ada suara hewan di kejauhan. Seperti menjawab suara biola tadi. Lalu suara hewan lain. Lalu suara hewan yang lain lagi.  Daun jatuh.

 

Baca juga
Haiku yang Cemerlang, Lampu Mati, dan Kerlip Bintang
Haiku yang Cemerlang, Lampu Mati, dan Kerlip Bintang

Natsume Sōseki pada uang kertas Jepang.   Padamlah lampu Menyusup kerlip bintang bingkai jendela - Natsume Baca

Tulislah Sesuatu yang Berbeda dan Itu Sulit tapi Kalau Kamu Mau Beginilah Caranya
Tulislah Sesuatu yang Berbeda dan Itu Sulit tapi Kalau Kamu Mau Beginilah Caranya

MENULISLAH sebagai dirimu sendiri dan itu sulit, memang, jauh lebih mudah bila kamu menulis sebagai orang lain, tapi buat apa, Baca

Biasa Terjadi di Dunia Perpuisian dan Kepenyairan
Biasa Terjadi di Dunia Perpuisian dan Kepenyairan

WAKTU akumemikirkan kata 'suka'pada sebuah puisiyang sedang kutulis,tak sengaja akumengetik 'luka'. Aku jadi lupatadi sebenarnyaaku hendakmengucapkan apa. Tapi biarlahlupakan saja,itu Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap