Sajak yang Ihsan

Banyak sahabat yang menulis puisi untuk saya. Tapi, sajak ini beda. Bersama penyairnya kami berkongsi masa lalu, kenangan yang sama, dan tempat-tempat yang sama, di masa lalu. Nun, di kampung kami dulu…

Baca juga
Halo, Michael!
  • Save

"HALO, Michael!" Ia terbaring sendiri,sepenuhnya dimilikioleh kesepian itu,ranjang pasien putih,baju pasien putih,di paviliun yangdiberi nama keluarganya,yang sejak lama ingin iaputihkan, Baca

Halo, Kay!
  • Save

FOTO-FOTO duludi dinding itu,membuat dia bertanyapada masa lalunya,yang tak ada lagidi dalam dirinya,"apakah aku pernahberbahagiabersamanya?" Dia ketakutan sejakmemasuki ruang kerja Baca

Paling Enak Jadi Bunglon
  • Save

ABIS bikin perkaradi keimin bunka,penyair kita perginonton Soundrenaline(aha, kejauhan banget,yak, tapi biarin!)kagak sadar doike mana-mana, sejak itu,diikuti mata-mata kenpei. Eh, Baca

Tampar Aku Sekali Lagi, McCluskey
  • Save

SUARA anjingdan tangis bayisuara keretadi rel yang dekatyang kian mendekatmenabrak sunyiyang tak terhalangi. Suara tembakanbeberapa kali. Dia ingatpanduan Clemenza:tembak tepat Baca

2 thoughts on “Sajak yang Ihsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap