Selamat Mendaki, Selamat Merayakan Hari Puisi

Oleh Hasan Aspahani

JALUR pendakian ke puncak sajak itu selalu ada dua: jalur biasa, dan jalur rintisan. Jalur biasa adalah adalah jalan yang resmi, yang aman, yang di sana-sini ada rambu penunjuk agar si pendaki tak tersesat, bahkan ada pemandu yang membawanya sampai dengan selamat.

Ia sampai ke puncak sajak yang juga biasa, yang sudah banyak pendaki sampai ke sana. Tapi, apapun namanya ia sampai mencapai puncak. Ia mengibarkan bendera kepenyairannya di sana, tapi eh, tentu saja di tempat yang sama banyak sekali berkibar bendera milik para pendaki lain. Bendera yang sulit dibedakan satu sama lain.

Jalur rintisan adalah jalur yang harus dibuka dengan membabat hutan. Si pendaki tahu ada puncak lain yang hanya bisa dicapai dengan membuat jalur pendakian lain. Ia menemukan air terjun, sungai yang deras, tebing yang mendinding, jalan batu yang berlumut.

:: Lanjutkan membaca di HARI PUISI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s