Atrium

CAHAYA ranum, pada sebuah plaza, dikepung
putus-sangka. Dan kau, lelaki keras kepala.

Plaza ini adalah rahim dan plasenta. Dan kita,
jabang janin yang tak pernah bisa keluar dari

sana. Kandungan matang bulan, dan kita tak
pernah berani untuk benar-benar dilahirkan.

Kalau Ibu kita mati, keringlah tali-tembuni.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s