Aku Mengikuti Bayang-bayangku

DIA membawaku ke jalan tanah sepanjang sungai kecil yang mengalirkan waktu. Kami bertemu anak yang tak kuat berenang tapi pandai memancing.

Dia mengajakku ke pemakaman. Kami melihat seorang anak dan ayahnya berdoa dalam ziarah bagi perempuan yang sangat mereka sayang.

Dia menarik tanganku ke kebun pisang yang berbuah pada tandan panjang, dan batang itu tahu tak lama lagi ditebas parang.

Dia berbaring bersamaku pada sehampar malam dan terbangun oleh berbagai hal yang berebut ingin menjadi mimpi dalam tidur yang buru-buru.

Baca juga
Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (1)
Serial puisi dari pentas Perempuan-Perempuan Chairil (1)

Tara Basro dan Reza Rahadian dalam sesi latihan"Perempuan-Perempuan Chairil". Foto: (c) Mawan Kelana  (Titimangsa Foundation), 2017 Baca

Dunia Waktu
Dunia Waktu

KENAPA aku merindukan kamu?Karena kamu adalah makna bagihidupku yang hendak kupuisikan Kenapa aku memerlukan kamu?Karena bagiku kamu kekuatan danalasan mengucap Baca

Tampar Aku Sekali Lagi, McCluskey
  • Save

SUARA anjingdan tangis bayisuara keretadi rel yang dekatyang kian mendekatmenabrak sunyiyang tak terhalangi. Suara tembakanbeberapa kali. Dia ingatpanduan Clemenza:tembak tepat Baca

Sampirkan Kembali Kegelapan
Sampirkan Kembali Kegelapan

Sajak Edward Hirsch Ayahku malam itu menyeret kaki dari kamar ke kamar untuk sesuatu yang tak jelas ia telusuri lorong Baca

2 thoughts on “Aku Mengikuti Bayang-bayangku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap