Sajak yang Baitnya Semula Bernomor Urut tapi Kemudian Kuhapuskan

KAMI saling mengucap
selamat pagi, sealamat lagi
untuk diri kami sendiri tapi, selamat pagi

Semua mendengar
Tak ada yang mau mendengar
Kecuali suara sendiri: apa yang hanya ingin kami dengar

Waktu pulang
kami terkumpul di rumah lama, rumah yang sama
kami tidak saling kenal

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s