Doko Tak Pernah Kembali ke Solalo

Cerita Pendek Hasan Aspahani

CITA-CITA  Doko Wijojo hanya satu, yaitu merakit mobil lalu menyetir sendiri ke Jakarta.

Pada hari mobil rakitannya selesai, ia memulai perjalanannya. Perjalanan itu memakan waktu beberapa hari, diselingi mesin yang mati mendadak, dan tuas setir yang copot. Di Jakarta ia keliling-keliling sebelum kembali ke Solalo, kotanya. Melihat Tugu Nasional. Taman Miniatur. Pantai Pancol. Masjid Luarbatangan.

Tepat di depan Istana Kemerdekaan mesin mobilnya meledak, ia terlempar, mobilnya terlambung ke udara dan jatuh tepat di halaman depan istana! Waktu itu Presiden sedang menerima rombongan Perdana Menteri Kiongtok!

Doko terkapar sambil memeluk pintu mobil di tangan kanan dan setir di tangan kiri, ia tak sadarkan diri dan menderita luka bakar yang parah. Densus Antiteror seketika saja sudah memenuhi dan menutup jalan Medan Kemerdekaan, menjaga semua akses ke arah Istana. Doko yang tak sadarkan diri dibawa ke Rumah Sakit Tentara. Ruang perawatannya dijaga ketat. Polisi mengatakan telah menemukan sejumlah palu dan arit di antara perkakas otomotif di mobil Doko.

Sejak saat itu, Doko tak pernah kembali ke Solalo.[]

Iklan

Satu pemikiran pada “Doko Tak Pernah Kembali ke Solalo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s