Tentang Seseorang yang Berjualan Agama

BISA kita omong-omong lagi? Sejenak duduk di perpustakaan,
atau di bangku taman, sebagai teman lama, teman sekegalauan

Dia pandangi aku seperti penceramah menemukan jemaah
sesat, terasing dari lembaran kitab, seorang umat kehilangan

Banyak dia bicara tapi tak bicara, kecuali terus saja bertanya:
Lalu apa yang bisa kau beli, setelah kau jual juga agamamu?

Kami jalan di jalan sama, menuju alamat yang sangat berlainan

Dia paksa aku beli tafsir baru atas ayat-ayat lama, yang dulu
kami omongkan, dengan gembira, di kamar  atau teras asrama.

 

Iklan

2 pemikiran pada “Tentang Seseorang yang Berjualan Agama

  1. Kita didelimakan dua kata yang saling meragukan. Gamang dan gelombang. Gempar dan gempur. Kata yang bergaris bawah. Kita letakkan di atas kepala.
    Entah Sumpah
    entah serapah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s