Kewarasan dalam Rumah Tangga

ADAM, si penyair kita yang pertama itu, terlalu segan untuk
meminta sebuah kamus yang lengkap. Terlalu banyak yang ingin
ia ucapkan, terlalu sedikit kata yang tersedia. Dia tersiksa.

Hawa yang terlalu banyak kemauan, entah dari mana  ia dapatkan
kata. Adam membiasakan diri untuk mendengarkan apa yang tak ingin
ia dengarkan, apa yang ingin ia rahasiakan saja di hadapan Tuhan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s